Pages

Showing posts with label vacation. Show all posts
Showing posts with label vacation. Show all posts

January 04, 2017

Last Vacation in 2016

We had pretty nice and laidback vacation in December. It's unprepared and sudden, we just booked our apartment via airbnb a day before. We didn't have proper itinerary and my husband doubt our rental apartment, just because we never went to bagian utara Jakarta before. I had a gut, a good one, about this place, but we had no idea it turned out to be better than we thought.

It was our first experience using Airbnb, simply because I would like to have kitchen in our vacation, so I could prepare something easy and simple for Zafran. Some hotels has kitchen in it, but we cannot afford the rate. Fortunately, our host was wonderful, the apartment was clean, nice and comfortable. You can find him in Airbnb using name Wolfry. Sorry, too lazy to find a link.

At first, we thought of Bandung. But everyone went to Bandung, we couldn't imagine how packed it would be. Then, husband should come to office in Tuesday, so Jakarta it is. We planned to go to Sea World, and Taman Mini, maybe to Ragunan or IKEA?

Turned out our apartment is located near Baywalk Mall and the ambiance is pretty good. Zaf looooved walking in their awesome park (it's so beautiful), and I loved walking inside the mall (of course). Many restaurants inside and outside the mall, so in the end, we had a laid back staycation and didn't go anywhere beside Sea World.

At the last day, we went to Kuntum Farmfield in Bogor, it was our third time so I let my husband and son went inside while I was waiting outside.

It was pretty good... hopefully we'll experience better one in 2017.

Happy New Year, you all!

June 20, 2016

Hello, Roadie! (part 2)

part 1 click here.


Honestly, I am gonna pass our Day 2, because it's basically us strolled around Malioboro, shop in Hamzah (ex-Mirota) Batik and had dinner at Nanamia Pizzeria. Jadi ceritanya langsung aja ke hari ketiga, oke!

Awal kita mau ngerencanain liburan, dan sempet batal kesana sini, dan akhirnya menjatuhkan diri ke Yogya, karena kita sebenarnya penasaran sama deretan pantai di Gunung Kidul Yogya. Gunung Kidul ini punya belasan pantai yang keren abis, bisa searching lah dimana-mana, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya kita cuma mengunjungi dua saja. 

Sebelum kita pergi ke pantai, mari kita ke Soto Kadipiro untuk sarapan dulu!


Seriusan Soto Kadipiro ini enaaaaak, enak, enak banget. Kita abis masing-masing dua porsi aja dong. Hahahaha... coffee to the rescue! Kalo engga, ngantuk banget.

Setelah kurang lebih tiga jam perjalanan darat yang berkelok-kelok (mirip lah sama perjalanan Kota Sukabumi - Pelabuhan Ratu), akhirnya sampai juga ke Pantai Indrayanti! Hahahaha, temen gw bilang, "Buset, mainstream banget sih lo ke Indrayanti". Whatever, yang penting baguuuus banget tempatnya, nyaman fasilitas umum sama tempat makannya. Kita juga makan siang disini, lumayan bakar-bakar ikannya, fresh dan enak.





Abis makan siang di Indrayanti, kita pergi ke Pantai Sadranan. Di Pantai Sadranan ini, bentuknya bagus deh, bisa liat karang-karang, bisa jalan ke tengah laut lewat karang-karang itu! Nah, tapi waktu saya sama suami rada ke tengah, pas air lautnya pasang! Jadinya pulang ke tepinya rada teriak-teriak, karena air sudah lumayan tinggi.


Kita bisa jalan lewat karang ini. Enak kok empuk, ga tajam.


Ini foto dari tengah laut, di kejauhan banyak yang snorkeling. Memang karangnya bagus-bagus nih disini.
Nah, dari Sadranan ini kan masih siang ya, sekitar jam 3 sorean gitu. Awalnya kita mau ke pantai lainnya, cuma saya penasaran banget sama Gua Pindul. Dulu temen-temen kantor pernah kesini, cuma saya nggak bisa ikut karena lagi cuti hamil. Akhirnya kita kesana, dan emang ternyata bagus banget yah! Fotonya ngga ada disini, karena difotoin sama mas-mas dari vendor body raftingnya, dan belum dipindah ke laptop. Bright side-nya pergi hari Senin, sepi banget! Kata mas-masnya biasanya penuh banget dan ngurangin kesan mistisnya karena ngantri kayak ular gitu di dalam guanya.

Sampai ke Kota Yogyakarta sudah malam, kita makan malam di Holycow Steakhouse by Chef Afit. Tempatnya sedikit susah deh nemunya, masuk ke jalan kecil dan ada di dalam perumahan gitu, but it's all worth it!


Abis makan sebanyak ini, kita sempet mampir dulu di tempat gelato (apa ya namanya, gw lupa, ada kok di Instagram gw hahaha).



That was officially good day! Love every part of it. Tinggal cerita pulangnya ke Sukabumi nanti yaaa..

December 22, 2015

#YogyaSoloTrip : Where To Go (part 2)

I know when we say we don't have any time, and some other motivational people say, "then make some!". Yeah, pretty well not gonna happen. At least since a month ago, I've been at non-stop working mode. But, gonna finish my Yogyakarta post, because it was too worthy to be skipped, and I really want to have some memory to be read in the future. So, I am skipping my nap time (I have nap time, seriously I am gonna faint if I don't) and write this post.

Last post is me in Taman Pintar Yogyakarta. The hardest thing, after all the time, I only remember vaguely, details be gone. But I do remember that after that, I went to Taman Sari. It's accidental, actually. I was going to go to Prawirotaman to have some lunch, I remember they have many nice cafes and restaurants, then I walked across Jalan Taman. Never been to Taman Sari before, and it turned out very interesting experience. Ticket price is cheap, I forgot, it's about five or six thousands rupiah. When I entered the gate, a man came and asked if I was alone and whether I need a guide or not. To be truth, I was a bit intrigued because I really wanted no company. But he turned out to be a nice company and quite good photographer (ha!). Learned some things about Taman Sari from him, but I forgot most of details so you better google it. And I really had no idea there is some underground mosque beside the bathing area, so I was so grateful that I accepted his offer.

Near Keraton, when I walked through the city

Keraton was closed because Jumat prayer
I secretly love how I was able to find this kind of gate across the city.
Taman Sari
Bathing area, they had separated bathing area for princess and Sultan.


Way to underground mosque
I was very satisfied with the trip. For lunch, I went to a nice restaurant/art shop called Kedai Kebun, located in Tirtodipuran. Nice ambiance, tasty food. I really had no idea about the art, but I spent some time there.



They have various choice of healthy food and sugarless juice.


While I was walking through the city from morning to afternoon, I decided to take TransJogya for my way home to Pawon Cokelat. Spent whole afternoon in my hostel and took a little walk to Gudeg Yu Djum after night came. After all Jalan Wijilan is not that far from my hostel.

Best gudeg in town!
Love every bit of my me-time/short vacation and wondering am I able to experience it again? Hope so someday yah. :)

November 23, 2015

#YogyaSoloTrip : Where To Go (part 1)

Seperti yang udah diceritain di post sebelumnya bahwa selama perjalanan ini itinerary ga disusun, dan pergi kemana kaki melangkah aja. Waktu hari Jumat bangun, masih bingung mau kemana, ditambah harus ngecek timeline karena hari itu Shondaland's TGIT (teteeeep, hahaha..). Akhirnya memutuskan mau ke daerah Prawirotaman/ Tirtodipuran karena disitu banyak tempat makan. Goggling2 dan ketemu salah satu tempat makan yang jadi satu sama art gallery dan banyak dapet review bagus, Kedai Kebun, jadilah saya menetapkan tujuan kesana. Mau mampir-mampir di jalan sih liat nanti aja.

Dari guest house ke Kebun Kebun 45 menit aja kalo jalan kaki. See? Makanya sarapannya harus nasi goreng, hahahhaa...
Keluar Pawon Cokelat sekitar jam berapa ya? Sembilan? Lupa, pokoknya masih pagi dan Malioboro masih sepi. Kedengeran suara lagu jawa yang melantun dari radio yang terpasang di sepanjang Jalan Malioboro. Rasanya nggak pernah sebelumnya jalan di Malioboro dalam kondisi sesepi ini. Salah satu toko favorit saya, Mirota Batik (eh, sekarang udah ganti nama btw jadi Hamzah Batik, ganti pemilik?) sudah buka, tapi saya memutuskan untuk mampir nanti saja.

Sampai ujung jalan Malioboro, ternyata titik nol kilometer sedang direnovasi sehingga jalan ditutup. Saya memutuskan belok kiri ke arah Jalan Panembahan Senopati sampai bertemu dengan gerbang Taman Pintar Yogyakarta. Sungguh awalnya kurang tertarik dan cuma masuk karena penasaran sama gedung Planetariumnya saja, cuma in the end lama banget keliling-keliling disitu. Menarik deh ternyata. Atau memang mengunjungi lokasi wisata khusus anak tanpa membawa anak itu membuka perspektif baru ya? Jatuhnya ke entertaining diri sendiri bukan entertaining anak.

Jumat itu, di halaman Taman Pintar sedang ramai sekali karena ada semacam pameran dan panggung yang diisi berbagai macam penampilan anak TK. Saya beli dua tiket, untuk ke planetarium (Rp. 15.000,- untuk orang dewasa) dan tiket masuk Gedung Oval dan Memorabilia (Rp. 18.000,- untuk orang dewasa). Karena waktu itu sudah mau pukul 10 dan show di Planetarium sudah akan dimulai, saya pergi ke Planetariun dulu.

Di luar studio. Di dalam studio, dilarang foto-foto. Mengeluarkan hp, kamera atau benda bercahaya lain juga dilarang.
Mungkin karena bukan weekend, jadi pengunjung waktu itu belum terlalu banyak. Planetariumnya sendiri menurut saya keren sekali, apa karena baru pertama kali masuk Planetarium, jadi belum bisa membandingkan dengan yang lain? Lama pertunjukan tiga puluh menit, kita dipertontonkan langit Yogyakarta malam itu, zoom in ke beberapa planet yang terlihat. Plus ada dua film pendek yang khusus dishoot menggunakan kamera 360 derajat. Nice shooow.

Setelah selesai di Planetarium, saya masuk ke gedung memorabilia. Untuk gedung memorabilia sendiri tidak terlalu banyak yang dipertunjukan, sebagian besar tentang sejarah Indonesia dan presiden dari waktu ke waktu. Ada sesi bangunan yang menyimpan beberapa personal belonging dari mantan presiden Indonesia, seperti salah satu award-nya Habibie, baju koko Gusdur dan baju pramuka SBY.

Dari gedung memorabilia, saya masuk ke Gedung Oval. Awalnya sih ga berharap banyak, tapi lhooo.. ternyata dalamnya luas dan baguuuus sekali. Serius, bagus banget deh dalamnya. Terbagi ke beberapa lantai dan beberapa zona, ada zona fisika, kimia, biologi, industri, budidaya makanan, teknologi, duh saya lupa saking banyaknya. Serius, bagus, inovatif dan interaktif sekali. Rasanya rada nggak percaya di Indonesia ada gedung seperti ini.

Pintu masuk gedung oval = akuarium!





Zona apa namanya, cuma isinya tentang sejarah kota Yogyakarta, ada bioskop mininya memutar film pendek tentang Yogya.
Another poor attempt of taking picture by self timer.
Jujur nggak banyak foto-foto disini karena terlalu banyak ber-aaaaw... sambil megang alat-alatnya yang interaktif. Bayangin, ada zona olahraga lengkap sama video games untuk main tenis, sepakbola, terus main basket ala-ala Timezone gitu. Super kewl. Di lantai paling atas dekat pintu keluar ada bioskop 4D yang tiket masuknya harus beli secara terpisah, Rp. 20.000,- kalau nggak salah, tapi worth it lah buat film pendek selama 15 menit.

Revisit? Super yes! Apalagi kalo sama Zafran ya.. Halaman Taman Pintar juga cukup luas, dimana tiket masuknya gratis, ada taman lalu lintas dan beberapa permainan yang seru.



Main air gratis!

Ngga terasa keluar dari Taman Pintar ini udah jam satu aja, tiga jam sendiri di dalam. O ya, ada semacam food court juga di dalam dengan berbagai pilihan jadi ngga usah takut kelaparan.

Next stop adalah Taman Sari, another post yaaaa...