Pages

Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

October 10, 2016

Jujur aja, saking lamanya (walaupun posting terakhir baru bulan Juni sik) ngga nulis disini, memulai lagi itu seperti lagi menjemput sesuatu di dunia lain (cue to Stranger Things, have you watched it? It's so awesome!) A LOT of THINGS have changed lately, dan jujur menulis blog itu berubah dari suatu kesenangan menjadi suatu kewajiban. It's getting so bad, isn't it? June and July this year is been the worst, I am crying a lot, I am cursing a lot, but in the end I am starting to think and contemplate. I have no idea whether I've discussed this thing here, but being adult, you have sooo many responsibilities, it's sometimes overwhelming you. Bills, kids, parents, money, money, money... In the end, tau sih, ya udahlah ya jangan dipikirin, dijalanin aja. I know, I know, but sometimes, it makes you wonder how tiring it is, right? Or it's just me?

Jadi, kabar terbarunya, saya officially udah jadi ibu rumah tangga! Yay? A lot of consideration being put to this decision, especially when you are not born with silver spoon. A lot of what if, and scary thought, dan ini dan itu. Belum lagi banyak pihak yang tidak mendukung (I know, as my husband said, udahlah gak usah terlalu didengerin, yang penting kan aku mendukung, but stiiiill...), tetapi kondisinya udah gak bagus lagi. Dan, alasan nomor satu saya berhenti kerja, bukan karena anak looooh. Hahaha, yes, mengasuh anak sendiri played big part in my decision, but my number one reason is I am so tired. Don't start me with kerja itu memang capek, karena yes it is, but this thing had eaten me up until I couldn't breathe. Padahal pada dasarnya saya suka sekali kerja loh. Anyway, no need to explain lah ya, intinya hello jobless.

Jadi gimana? Hahahha, the useless feeling is unbearable! Belum sampai ke tahapan bosan sih (some of my friends said that I am going to feel bored eventually) karena selalu aja ada yang dikerjain setiap hari. Yah namapun ibu dengan satu toddler ya, what do you expect? Buuut, the useless feeling... oh God, I knoooow that we, mother, is the key to our child's future, that you do a very important job to raise your child well, and bla bla bla, but still. I am not feeling THAT important. Some post power syndrome? I used to deal with important client, managing their credit line, even decided whether we're gonna to give them billions to improve their business, but now all I have to do is preparing weekly menu and my kid lunches (which is still hard for me you know, because I really have nooo idea to do it before. Sop lagi sop lagi. Bayem lagi bayem lagi. Ha)

Buuut, as my husband pointed me (he's the best. Really) my condition is getting better nowadays. I am starting to laugh again. I rarely cry. My patience is in high limit now. Iya sih, harus saya akui, bisa tidur delapan jam itu is a great deal. Selain itu saya bisa melakukan banyak hal yang ngga bisa saya lakukan saat kerja. There is always bright side I guess, bagaimanapun ini keputusan yang saya ambil dan konsekuensinya harus saya hadapi bukan?

Soooo, what now? Yah, nikmatin dulu aja sambil leyeh-leyeh nonton series yang dari dulu dikumpulin terus-terusan tapi gak pernah ditonton-tonton. Say hello to Tom Hiddleston in The Night Manager please!


PS. Minggu kemarin, saya nonton Athirah, film terbarunya Miles dan Riri Riza. It's good in its own way, dan walaupun ada beberapa scenenya yang bikin gregetan abis, karakter Athirah ini bikin malu banget deh kalo misalnya lagi galau kelamaan. Watch it, it's so good.

May 14, 2013

Sumedang, Hell Way Out There.

Sumedang oh Sumedang. Deritamu tiada akhir. Padahal setelah lewat Tegal dan sampai ke Cirebon sekitar jam tiga-an udah mulai optimis bakal sampai Bandung early, karena terakhir lewat Pantura ini aman-aman aja  (sebenernya udah lupa juga sik terakhir kali lewat sini. Bummer. *facepalm*). Ternyata pas mendekati Kabupaten Sumedang, mulai merayap, merayap, sampai akhirnya stuck aja mobil nggak bisa jalan *nangis* Udah laper, padahal target bisa makan malam di Bandung lah, ini mah boro-boro ajaaaa, nggak keburu men. Gambling sana-sini, akhirnya banting setir ke salah satu rumah makan di pinggir jalan yang awalnya keliatan creepy, karena rumah makannya gede tapi kok pengunjungnya cuma ada kita sama satu keluarga lagi.

Turns out that the best decision ever because hot food gives you energy and hope more than you've thought it.

Rumah Makan Joglo Sumedang ini punya lesehan yang nyaman, ada karpet dan bantal-bantalnya, bapak-bapak dari keluarga satunya pas dateng langsung nyusunin bantal dan tiduran, hehehe, pegel kali ya duduk di mobil melulu. Lama-lama kita berdua ikutan, screw manner lah.

Kalah sama jalanan Sumedang. Bapak-bapak di belakang itu enjoy banget deh pokoknya sama bantal-bantalnya =p
Pas buka menu... eh ada Selat Solo! Seneng banget, karena udah lama pingin makan selat solo, tapi nggak tau rumah makan mana yang nyediain menu itu. Menu yang ditawarkan juga beraneka ragam, rata-rata harga makanannya dari Rp. 20.000,- sd Rp. 30.000,- Rasanya enak sih, nggak tau juga apa karena kita udah kelaperan dan bete setengah mati.



Katanya laper, masik sempet aja moto-motoin si selat solo. Cakep soalnya,katanya gitu. Hahaha..

Pas bentar lagi selesai makan....mati lampu! Emang di luar lagi ujan gede banget, plus petir, badai deh. Krik, creepy... Males banget ngelanjutin perjalanan sebenernya, pingin tiduran ngedemprok aja disana sampai besok paginya. Kalo boleh sik. Sigh.

Stuck + Mati Lampu = Candle Light Dinner!
Udah makan, kita nekat ngelanjutin perjalanan dengan arahan dari mbak-mbak waitress kalo macetnya nggak bakal lama lagi, cuma sampai jalan ke Serang yang emang jalannya jelek banget. Turns out true, setelah itu bisa bernafas lega karena jalannya mulus dan mobil nggak stuck lagi, bisa jalan walaupun kecepatan nggak optimal karena ujan gede.

Sampe daerah Cadas Pangeran yang berkelok-kelok, tanjakan turunan curam luar biasa itu, lho kok stuck lagi? Seremnya karena pas di tanjakan ada di belakang truk gede banget. Sigh, segala skenario Final Destination udah maen di kepala, darn, ini kenapa jalur Pantura malah lebih serem gini dibanding jalur Selatan sik?

Ternyata, jalannya emang jelek, jadi truk-truk gede dan bis-bis malem jalannya harus pelan, belum lagi muatan mereka yang emang banyak. Klise sih, tapi tetep aja kan creepy yah. Dan di kilometer berapa, ternyata ada longsoran gitu. Alhamdulillah nggak terlalu parah dan nggak ada korban jiwa sih.

Masuk kabupaten Sumedang, duh, ini beneran ni jalan dalam kota? Ancur bangeeeeeet. Sampai ada jalan yang diputerin jauh banget, curiga kalo jalannya saking jeleknya nggak bisa dilewatin. Sampe becanda sama temen, dan ngetwit @mynameisrossa ngasih tau kalo jalan di kotanya ancur parah. Apa dia kalo mudik pake heli juga ya, kayak teh Desi pulang ke Sukabumi?

Dan sampai ke Bandung.... jam sepuluh aja dunk teman-teman. Total 16 jam lagi di perjalanan.

Untung banget (untung melulu ya, dasar orang Indonesia), kalo hari itu udah memutuskan stay for a night di Bandung, udah book hotel dan nggak maksain buat langsung cabut ke Sukabumi. Udah nggak ada banget tenaga malem itu.

Our last post will be Bandung. Nggak gitu kemana-mana juga sih karena udah homesick dan pingin pulang (duile..) tapi bisa lah dijadiin satu posting lagi. Stay tune ya! :D

March 13, 2013

Pertanyaan Melati

"Do you believe in second chance?"

Suatu pagi Melati menanyakan hal ini kepada saya.

"Tungguuu.. masalah second chance apa dulu ini? Secara umum sih gw percaya sama second chance, tapi kalo hubungannya sama selingkuh, gw nggak bisa janji deh. Gw percaya, tapi kalo misalnya kejadian sama gw, jujur, I have no idea what to do."


I don't tolerate infidelity. Ever. Nggak tau kenapa,ngebayanginnya aja saya nggak mampu. Amit-amit deh kalo sampai kejadian pada saya. Makanya waktu Melati tanya ke saya, apakah saya akan memberikan kesempatan kedua kalau pasangan saya sudah ketauan nggak setia, saya bener-bener nggak tau deh harus ngomong apa.

Kalau baca disini dan disini, jaman sekarang apapun bisa terjadi ya. Ketakutan buat hal itu ada, cuma salah seorang ayah dari teman saya pernah berkata, "Berdoa aja, dan jadi orang baik. Kalau kita jadi orang baik, insya Allah pasangan yang didapat bakal baik juga." Nah, berarti kembali ke have a faith, soalnya kalo misalnya nggak gitu, bakal ketakutan terus dunk untuk memulai hubungan?

Nah, kembali kalau misalnya menemukan pasangan kita selingkuh, siapkah kita untuk memberinya kesempatan kedua?

YES? Mungkin iya. Walaupun perjalanan yang ditempuh untuk berkata iya ini pasti bakalan sulit dan berliku banget. Tapi demi cinta? Putus waktu pacaran aja udah sakit banget, apalagi cerai. Kalau misalnya alasan cinta terlalu naif, mungkin demi anak-anak? I haven't had kids yet, tapi kalo denger-denger dari orang lain (even my mom said that) cinta kepada anak bisa membuat orang tua melakukan apa saja, termasuk berusaha keras mempertahankan atau memperbaiki pernikahannya. 

NO? Karena mungkin usaha yang ditempuh akan sangat sulit dan menyakitkan. Pertama, apakah kita bakal mempercayai pasangan seperti sebelum itu terjadi? Kedua, siapkah kita mengubur dalam-dalam kejadian yang sudah lalu dan berusaha untuk TIDAK PERNAH mengungkit kejadian itu kembali dengan pasangan kita pada saat terjadi perdebatan antara kita dengan pasangan? You know, it's easy to forgive, but forget?

Jadi, sebenarnya saya juga nggak tahu langkah apa yang saya bakal pilih KALAU itu terjadi. Dan saya nggak tahu, apakah saya berani memberikan KESEMPATAN KEDUA itu pada saatnya nanti. Yah, mari berdoa saja agar hal-hal yang tidak diinginkan itu nggak terjadi di hidup kita semua. Amin :)

March 06, 2013

Java Jazz Festival 2013

Akhirnya muncul juga postingan ini!

Dikarenakan eventnya yang seru banget, jadi males foto-foto dan saya mencoba mengumpulkan foto yang tercerai berai dulu demi postingan ini. Hehe.. Jadi kalo misalnya nggak lengkap gapapa ya..

Disclaimer. Actually, I don't really understand jazz. Ya paling yang standar kayak Maliq, Andien.. Alasan nonton JJF 2013 ini karena pingin kumpul rame-rame aja sama temen-temen. Ya kalo kata suami mah, sekaligus liat-liat musik baru lah, kapan lagi dengan tiket yang murah bisa nonton banyak musisi. Buy 1 get 1 lagi pake BNI Credit Card (numpang promosi yeuk)

Saya dan suami sampai ke lokasi sekitar jam setengah lima, waktu itu janjian ketemuan sama temen-temen yang lain di dalam venue. Saya bbm Yuvie, dia bilang ada di Hall A1. Oke, menujulah kita ke Hall A1 dan disana yang sedang main adalah Indonesia Youth Regeneration (IYR), semacam band jazz yang anggotanya anak-anak muda, vokalisnya Albert Fakdawer lho! Yang pernah duet sama Glenn Fredly di lagu Salam buat Sahabat. Pas kita masuk hall, IYR lagi membawakan lagu Bento dengan aransemen baru. Caem banget! Sayang banget ternyata kita cuma bisa nonton dua lagu terakhir, Bento dengan Rumah Kita. Kalau main lagi tahun depan, harus nonton ni, cinta banget!

Dan, ternyata Yuvie salah bbm, mereka nggak ada di dalam Hall A1, tapi berdiri di depannya. Doh, nggak papa lah ya, yang penting gara-gara salah masuk bisa liat IYR yang keren itu. Terus Eno bbm ngajakin ke hall B1 buat nonton Mellow Motif, tapi otw saya dan suami berenti sebentar di depan Java Jazz Stage, karena ada The Extralarge di panggung. Waaah, suka banget saya sama band ini, dulu pernah liat mereka manggung di Kick Andy kalo nggak salah. Dan sayang banget lagi ternyata mereka lagi mainin lagu terakhir. Duh, dasaaar, gini ni kalo misalnya kutu loncat, dapetnya yang akhir-akhir terus. Zzz..

Sampai di Hall B1, Mellow Motif-nya udah mau mulai. Jujur belum pernah nonton sebelumnya, tapi ngerasa terhibur juga, suara vokalisnya Natasha keren (dan cantik banget dia! Kayak mbak-mbak di film Thailand gitu..)! Mereka bawain lagu-lagu keren kayak Flor De Lisnya Djavan, My Foolish Heart dari Frank Sinatra, dan You've Changed-nya Joni Mitchell.


Pas hampir selesai, saya dan suami sempat memisahkan diri dari yang lain in the need of some beverages. Abis itu kita berdua sempet nonton sebentar Jazz Orchestra of the Concertgebouw di Hall D1 dan Magnus Lindgren di Hall A1. Magnus Lindgren ini sebenernya keren, featuring Gregory Potter lagi, tapi waktu itu nontonnya sedikit terburu-buru karena pingin nonton Indro The Fingers feat Tompi, sedangkan waktu sudah menunjukkan waktu makan malam, jadi harus nyempet-nyempetin makan dulu.

Indro The Fingers so so lah (boong banget gw, maen bass-nya anjir gila kerennya!), cuma mungkin saya ngebandingin sama tahun lalu waktu dia duet sama Tohpati yang lebih dahsyat, walaupun pas Tompi keluar duetnya nggak kalah dahsyat sih. Kita nggak nonton sampai akhir, karena langsung ngacir ke Hall D1 buat liat D'Massiv Jazz Project.


Nggak terlalu berharap banyak dari D'Massiv Jazz Project ini, cuma rada penasaran aja. Highlightnya pas Barry Likumahuwa muncul, wohooo.. kereeen.. Tambah keren, pas ada Mus Mujiono, dan mereka duet bawain "Pergilah Kasih". Oom Muuuus, aaaaaks! Hehehehe...

Kita nonton D'Massiv Jazz Project ini sampai selesai, soalnya lagunya ear-catching semua, lumayan lah bisa nyanyik bareng. Helah, ginilah kalo mau sok-sokan nonton JJF padahal nggak ngerti jazz. Abis dari sini rencananya kita mau nonton Tompi, cuma beuuh, venuenya penuh sesek sek sek! Sempet ragu-ragu terus apa nggak, tapi stamina udah pada menurun juga kali ya, akhirnya memutuskan buat ngadem di Djarum Mild Lounge sambil nungguin Ipang. Prima udah semangat abis, dia ngefans banget sama Ipang soalnya.


Dan ngaret dong! Sebel banget, baru sekali ini di JJF ada show ngaret! Jadi harusnya Ipang ini mulai pukul 23.30, tapi di Kementrian Pariwisata Hall yang nota bene letaknya di depan Djarum Lounge ini lagi ada shownya The Soul Rebels, yang semestinya STOP pas jam 23.30. Tapi ngaret dunk mereka maen terus-terusan sampai jam 12 malem, sumpah te bete abis nungguin mereka selesai maen, soalnya Ipang nggak mungkin main sebelum The Soul Rebels ini udahan, karena soundnya pasti kalah lah. Nggak ngerti ini salah siapa, panitiakah atau si Soul Rebels yang nggak mau turun panggung? :p

Akhirnya setelah menunggu sekian lama... Ipang!!! Yay yay yay! Kenapa saya happy banget, karena ternyata si Ipang ini jadi highlight di Java Jazz kita. Aneh banget ya, orang kesini rame-rame nonton Lisa Stansfield atau Fourplay, kita malah ngedemprok nungguin Ipang. Tapi seperti kata Ipang malam itu, " Gue nggak tau ini genre-nya apa, tapi yang pasti ini keren banget!". Dan iya lho, malem itu Ipang diiringi sama sebuah band jazz (saya nggak tau namanya, ampuuun), dan aransemen lagunya keren-keren. Contoh deh, Ada yang Hilang yang awalnya galau luar biasa berubah jadi ceria seperti ini.


Dan kerennyaaa.. di tengah-tengah Ipang nyanyik Easy Like Sunday Morning, ada Aryo Wahab neriakin dari samping panggung! Terus mereka berdua kolaborasi bareng. Huaaa, gantengnya mas Aryo..



Di tengah-tengah show, Ipang juga sempet nyanyiin "Have I Told You Lately" buat istrinya karena mereka lagi wedding anniversary. How sweet...

Seperti belum puas dengan kejutan, tiba-tiba Ipang mengajak Ridho Slank yang saat itu ada di samping panggung, buat ikut naik ke panggung. Heboh penonton jek..


Intinya, puas, puas banget sama show Ipang malam itu dan menjadi penutup yang manis buat Java Jazz tahun ini. Walaupun awalnya rada bete karena artis yang pingin ditonton ada di hari Jumat semua, hehe.. Sampai ketemu di Java Jazz tahun depan ya teman-teman! :)



PS. Foto dari kamera Prima. Jepretan dia semuanya. Credit to him.
PPS. Update foto didapat dari kamera Mas Wuri. Thanks ya Mas! :)

February 12, 2013

Things That Makes Me Happy

We were having our 1st wedding anniversary yesterday. It's been a year and days went by so rapidly. Alhamdulillah, and hopefully many happy years come ahead!


While celebrating it, my husband gave me this. Preeeeetyyy..

I didn't give anything to him. Busted. The thing is he had birthday few days ago, so I thought the yesterday gift is counted, no? :p
Receiving this beautiful cushion covers from dreamesh. Loooove it.



Last weekend, finally had time to visit our own home (now, we're still living in my parents house and leave ours abandoned. Anybody interested to hire it? :D), and we're so satisfied with the gardener's work. I can't imagine if I have to do it all alone. And we found our first flower! Happy!


I had this cookies for breakfast. Dunno what its name, but they are so good. I am very weak to the good food.


Finally, our office's wi fi is working again, and I can update all of this now! Hahahahaha..


Then, what makes you happy today? :)

January 02, 2013

Happy New Year!

Karena saya termasuk yang cinta mainstream, mari bikin postingan pembuka tahun 2013 ini.

Jadi ngapain aja last days in 2012?

Yang pasti nggak kemana-mana. Sedih sih, apalagi kalo scroll timeline dan ngelihat beberapa teman yang liburan tahun barunya dimana-mana. I feel so ordinary. Tapi gapapa lah, yang pasti ini buat greater good juga dan buat mendukung rencana kedepannya. Salah saya sendiri sih, nggak ngecek sebelumnya kalo ada cuti bersama, jadi budget liburan sudah dihabiskan di November. Jadi, salah satu resolusi di tahun ini adalah menyisihkan budget buat liburan dan end year sale di akhir tahun mendatang. Niat ya! :p

Meskipun nggak kemana-mana, tapi patut disyukuri karena suami ada disini sepanjang liburan. Alhamdulillah, rasanya lama banget ditemenin sama suami liburan ini. Selain itu juga kegiatan wajib kita adalah... makan! (eat hard, exercise hard, gapapa lah ya, alesan banget ya :p)

My favorite pizza is one who have thin bread. Yang paling enak tentu aja thin crust dari Domino's, tapi karena disini nggak ada Domino's (hiks), maka Pizza Hut's Tuscany juga cukup oke. :p Lupa sama namanya, kalo nggak salah sih Chicarbonara, tapi suka banget diatasnya ada semacam saus spageti carbonaranya. Yum!
Hihi, ini lagi jadi favorit saya dari semua menu di PH. Belum lagi waktu kemarin beli harganya lagi didiskon dari Rp. 20.000,- ke Rp. 15.000,-. Pantas dari meja saya, karena dapurnya cukup keliatan, item yang paling banyak keluar adalah Cheese Fondue ini.
Ice cream toast! Sebulan ini nggak tau kenapa, saya sama suami kurang fit. Dikit-dikit batuk, pilek. Jadinya mengurangi semua jajanan yang berbau gorengan dan es krim! Sedihnya sebagai pecinta es krim. Tapi, kemaren semingguan kok nggak batuk-batuk ya? Akhirnya permintaan es krim saya dikabulkan suami. Yippie!
Gara-gara dibikinin nugget isi keju kemaren sama boss, jadi penasaran pingin beli dan pingin nyoba. Kemarin pas mau beli, sempet bingung karena  ternyata macem-macem ya jenisnya (maklum kurang gitu suka beli nugget, kecuali pas bulan puasa :p) ada yang isi jagung, keju brokoli, dan sayur-sayuran. Akhirnya menetapkan diri tetep beli yang keju, tapi nanti mau nyoba yang lain aaah.. :D

Seneng sekali punya suami yang tukang jajan dan tukang makan, jadi cocok sama saya, hehehe.. Terus malam Tahun Baru kemana aja? Karena pada dasarnya dari dulu juga saya paling males keluar kemana-mana, makanya diem di rumah aja, dengan harapan mau nonton aja begadang sampe malem. Eh, mati lampu duuuunk. Adeh, PLN, I was having most krikiest moment in my life. Haha, akhirnya setel iPod kenceng-kenceng aja walo baterenya udah merah. Daaaan, pas lampunya baru nyala jam 10, kita udah pada ngantuk aja kiyip-kiyip. Jam 11 udah nggak kuat, ngeliat suami uda tidur, dan akhirnya ketiduran. Jam 12 kebangun karena bunyi kembang api yang kenceng banget dan nanya suami males-malesan.

"Beb, kamu mau liat kembang api beb?"

"Haah... (sedikit ngelindur) Kamu mau nggak?"

(eh, malah balik nanya dia) "Males ih, tapi kalo kamu mau hayuu.."

"Ah, nggak usah yah, ngantuk, aku mah nggak pernah suka nonton gitu-gituan.."
(idih, padahal setaun yang lalu dia yang nontonin kembang api dari balkon kamar gw, isssh)

Akhirnya tidur lagi dengan pules (suami, bukan saya! Saya susah tidur, berisik banget. Duuuh.. Haha, bener-bener nggak ada semangat tahun barunya ya!), dan malam tahun baru berlalu begitu saja.

Besok paginya denger dari mama, kalo kucing-kucing pada ketakutan lari kesana-sini gara-gara bunyi kembang api. I wonder gimana ibu-ibu yang punya baby ya? Apa nggak ngaruh juga ya?

Oya, soal bayi, sesuai janji saya, ini dia Alysa, my best friend's baby, the cutest one in the family (for now! Hahaha..)


Happy New Year!

December 26, 2012

Menjadi Ibu

Hari Ibu 22 Desember 2012. Selamat Hari Ibu untuk wanita-wanita hebat di Indonesia!

Saya berada jauh dari ibu saya. Karena kebetulan ibu saya sedang ke Surabaya menghadiri pernikahan salah satu anak temannya.

Tapi saya beruntung karena saya menyaksikan teman terdekat saya bertransformasi menjadi seorang ibu. 

Nggak bisa dipungkiri, sosok ibu menurut saya merupakan profesi yang hebat. Nggak ada satu pun keraguan di dalam hati saya, bahwa nggak mudah menjadi ibu. Mau itu ibu bekerja, ibu rumah tangga, ibu freelancer, nggak ada yang namanya part time mother. Menjadi ibu adalah pekerjaan full time. 24 jam sehari. Tujuh hari seminggu.

Walaupun saya belum menjadi ibu, saya selalu terpesona membaca artikel di The Urban Mama maupun Mommies Daily. Bagaimana ibu-ibu tersebut berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Belajar tiada henti agar informasi yang ada bisa ter-update, sehingga tidak termakan "Katanya" yang sudah bercokol di tradisi keluarga.

Kemaren saya membaca timeline milik salah seorang teman di twitter. Saya lupa isinya, akan tetapi kurang lebih menyatakan bahwa menjadi ibu merupakan pencapaian terbesar bagi seorang wanita. Saya merasa tergelitik membaca ini. Bukan berarti menyalahkan, karena pendapat itu tidak sepenuhnya salah, tapi menurut saya, ini juga tidak sepenuhnya benar.

Disclaimer. Ini merupakan pendapat pribadi saya. Tidak ada yang benar ataupun salah, baik dari pendapat teman saya maupun pendapat saya.

Kalau menurut saya, menikah dan memiliki anak itu merupakan pilihan bagi setiap wanita. Bagi beberapa wanita, mungkin itu merupakan pencapaian terbesar dalam hidupnya. Bagi beberapa wanita lainnya, mungkin bukan. Kalau menjadi ibu merupakan pencapaian terbesar bagi wanita, bagaimana dengan wanita yang tidak bisa memiliki anak? Atau memilih tidak memiliki anak? Apa berarti hidupnya merupakan suatu kesia-siaan karena tidak dapat mencapai tujuan terbesarnya dalam hidup?

IMO, pencapaian terbesar bagi seorang wanita (bahkan untuk seorang manusia) adalah kebahagiaan. Kita nggak tau pasti apa bentuk kebahagiaan itu, karena akan berbeda bagi setiap orangnya. Bagi sebagian orang, mungkin itu bayinya. Mungkin keluarga. Suami. Karir. Louis Vuitton Neverfull. I'll never judge, because it'll be totally different for every one.

Jadi, rasanya sedih sekali kalau pencapaian terbesar dalam hidup kita masih terkotak-kotakan, terutama oleh masalah gender. Saya bukan seorang feminis, dan pada suatu saat ketika saya insya Allah diberikan anugerah berupa seorang anak, mungkin juga saya akan berkata bahwa menjadi ibu adalah pencapaian terbesar bagi saya. Saya tidak tahu. Tapi yang saya tahu, saya akan fokus ke kebahagiaan saya sendiri. Saya tidak akan menilai dan meng-underestimate-kan kebahagiaan orang lain.

Sekian dari saya. Apapun pendapat saya, ibu adalah makhluk yang memang luar biasa. I never doubt that. :)

December 21, 2012

Bahagia hari ini adalah....

Today's Friday. And tomorrow, we get holiday until Tuesday. Christmas holiday. I am not Christian, but I do embrace it as well, secara biasanya banyak film seru di TV kalo liburan natal (plus liburan sekolah juga yang gw tau), lot of joy and happiness!

My best friend, very best and longest friend, gave a birth to a beautiful baby girl this morning. I've been friend with her since five, so it's kinda dream for me. Waktu tadi pagi telepon-an sama suaminya, nggak sadar gw nangis denger dia udah lahiran. Lebay nggak si, yang jelas gw ngerasa terharu dan sangat bahagia. It's a new milestone for our friendship, and it's a great one. (buat dedek bayi yang pemberian namanya masih nunggu rapat antara nenek-kakeknya juga, you're a smart one ya nak! Milih tanggal cantik buat keluar, abis itu masih nunggu bapak sama auntynya gajian dulu. I guess you'll have bright future then :p). Will update pictures after meeting them this afternoon (have to deal with a client first, I can't wait!

Panda's coming back home! Been ranting about my lost cat since two days ago. Mama percaya dia diambil orang soalnya dia bukan tipe-tipe yang suka keliaran. Eh, pagi ini ada miauw-miauw di luar, pas Papa cek, eh ternyata Panda! Dibukain pintu, langsung lari kedalam, minum banyak banget, ngos-ngosan kayak abis jalan jauh. Tapi tetep curiganya diambil orang sih, soalnya badannya jadi wangi banget, dan secara kalo di rumah kita males banget mandiin (hahaha), jadi pasti dia dimandiin orang lain kan? Good boy (eh or girl), hope it'll be alright for a while.


Pagi-pagi dibawain bos nugget isi keju buat sarapan. Udah pingin nyobain nugget jenis gini, cuma belum sempet-sempet juga (alesan). Dan ternyata enyaaaak, hihihi, makasih ya bu, sering-sering ya. Muah. :D (dan nggak sempet foto nuggetnya karena langsung diserbu sama bawahannya yang rata-rata anak kos --well, I am not-- dan kelaparan pagi-pagi).

Last but not least, bakal ketemu suami gw setelah sekian lama (ok, lebay baru satu minggu, but you've no idea how hard long distance marriage is. Or you have an idea. I dunno. It is hard, I tell you), and will spend many days ahead together, secara dia katanya mau ijin minggu terakhir Desember, dan ngepol-in liburannya sampe tanggal 1! Yay, God bless the holiday!

What makes you happy today? See, after hard storm, rainbow appears. :) :)

December 13, 2012

Tutup Buku

It's mid-December already!

While kantor lagi sibuk kejar target laba tahun ini (office seriously looks like hell), saya juga lagi ceki-ceki target pribadi untuk tahun ini. Sudah tercapaikah? Ada yang belum? Kenapa?
Resolusi, walaupun klise, cukup ampuh dan efektif juga lho. Dengan membuat list hal-hal apa saja yang pingin kita raih di tahun ini, kurang lebih memotivasi diri kita sendiri. List itu nggak perlu berisi hal-hal super luar biasa, cukup personal dan family target, apa yang mau kita dapatkan dan kerjakan pada tahun ini.

Beberapa target terlaksana. Alhamdulilah. Berhasil menikah tahun ini (yay!), sudah mulai mencoba hidup sehat dengan rajin bawa bekal buah dan sayur ke kantor. Saya juga sudah mulai berolahraga walaupun masih belum termasuk sport freak. Step by step aja.
Alhamdulilaah..
Untuk tahun ini, ada beberapa point yang saya missed. Ouch, excuses apa yang harus dikeluarkan yah? Haha, no excuses, tapi target yang belum terlaksana itu harus, HARUS diusahakan agar bisa terjadi tahun ini. Masih ada dua minggu lagi. Semangat! Hehehe, kalau nggak bisa juga, terpaksa dimundurkan di tahun depan sambil evaluasi diri kenapa belum tercapai. Contoh, belum sempet belajar menyetir (duh, duh), shalat duha masih bolong-bolong, investasi belum maksimal. Tahun depan harus bisa tercapai semua! 

Selain itu juga ada beberapa target yang harus direvisi... karena kondisi. Rencana pingin jalan-jalan ke Singapore bareng suami, tapi akhirnya belok ke Bali karena dapat tiket promo Garuda Indonesia yang super duper murah (dan suami belum sempet-sempet juga ngurus paspor. Babe, if you read this, go make yours ASAP!!!). Rencana mau beli mobil pertama juga batal, karena ternyata dapet fasilitas dari kantor untuk pembiayaan rumah terlebih dahulu.
Nice beach, and nice bule. Hahahaha..

Have no idea bakal punya rumah tahun ini. This one is out of plan, but really good happening. :)
At the end, we are not super human, and our life is not as perfect as comic book. Intinya, apapun target yang sudah dipasang, ayo sama-sama kerja keras buat memenuhinya! 
Happy Resolution-making month! :D

December 03, 2012

Very Short Trip to Bandung

Karena perjalanannya nggak terencana, dan nggak bisa dibilang liburan juga si, makanya we almost didn't take picture. Nyesel ih, jadi nggak punya bahan di blog ini, tapi nggak apa-apa lah cerita dikit mah.
Kemarin trip dadakan ke Bandung karena pertama, ada keluarga deket yang nikah, congratulation a Gilang, finally! Kedua, jemput mama yang sedari Rabu udah di Bandung, karena ngurus adek semata wayang yang sakit. Adek gue ini udah 21 tahun, tapi kalo sakit, lagaknya udah kayak sekarat, sampe si mamah harus langsung bergegas nyamperin. Zzzz. Tapi sekalian nengokin dia sih, karena dia juga udah jarang banget pulang ke rumah, dan gue belum pernah ke kos-annya dia yang baru.

Off we go to Bandung, gue dan suami. Bandung is everyone's favorite, isn't it? Definitely not for us. Bukan berarti kita nggak suka sama kota Bandung, Bandung is okay, but we don't have any connection or memory as other people have. Kita berdua lebih kejakartaan dibandingkan kebandungan. :p Dan, while everyone is knowing Bandung with every vein in their body, gue sama suami sampai sekarang masih ngerasa asing sama kota ini.Oh well..

Ternyata macet ya bung kalo Minggu pagi! Salah kita juga sih, nggak mengenal kondisi, tapi turun jembatan Pasopati, di sepanjang jalan Surapati itu buset dah macetnya. Ternyata ada pasar kaget disitu. Buset ramenya, malah pingin ikut-ikutan turun dan belanja, kalo nggak keburu bete karena hampir sejam stuck disana.

Singkat cerita, setelah melewati macet, terus sempet nyasar-nyasar cari kosannya Aldo, akhirnya ketemu juga. Terus kita berempat pergi ke Balai Besar Tekstil buat dateng ke acara resepsi a Gilang. Dan still, macet dunk. Bandung separah ini ya sekarang?

Abis pulang, Aldo ngajakin maen ke PVJ. Haha, pasti ada maunya, dan iya dunk, dia udah eye-ing salah satu sweaternya Topman. Astaga, udah makin tua ya dia, gue kangen banget saat dia dibeliin kaos distro aja udah puas. Zz. Tapi gue udah bilang, kalo misalnya nanti dia udah kerja, giliran dia yang belanjain gue. Hahaha. Akhirnya kita berdua pergi ke PVJ, sementara mama sama suami istirahat di kamar. Mama sih males mau puter-puter lagi, sedangkan suami kurang enak badan. Ada untungnya juga sih, gue pasti nggak enak belanja-belenji kalo ditungguin suami. Oops, hahaha.

Gara-gara adek gue princess banget (seriusan dia pilih-pilih baju lamaaaak abis, hiks! Yang ini aja deh teh. Eh nggak jadi ding, yang ini aja. Eh. *elapkeringet*), akhirnya pulang ke kosnya udah malem. Hadeh, jam berapa ini pulang ke Sukabuminya, mana suami harus berangkat ke Jakarta lagi besok pagi-pagi. Akhirnya baru jam setengah delapan cao dari kosnya Aldo (mama melankolis banget ninggalin anak lelaki semata wayangnya. zzz, kan bisa kesini lagi mamaaah..).

Sempet mampir ke Bawean Resto dulu. Aduh, happy, dari awal emang rencana mau kesini, tapi nggak maksain sih, kalo schedulenya bisa aja. Ternyata waktu pulang lewat ke Jalan Gandapura. dan disana ada Bawean Resto yang jual kue-kuenya juga. Kalo kata Teh Nessa, Toko Kue Baweannya ada di Jalan Bawean, deket Pasar Cihapit. Terus sempet google juga, kalo ada cabangnya di Dago.

Excited banget, soalnya kuenya kayak enak-enak! Beli macaroons (yang harganya 7.500 aja per bijinya, kue segede jempol gitu, hadeeeeh..), nougat roll, sama bagelen kering kejunya. Kata teh Nessa si yang enak bagelen basahnya, cuma gue nggak tau dan telat baca, jadi nggak beli deh. T___T Harganya si pricey sih, cuma kalo nougat rollnya kata suami enak. Yang lain sih belum dicoba, jadi nggak tau, hehe.  Dan gue melakukan satu kesalahan bodoh dengan beli nougat roll yang ada rhumnya. Duh, udah malem, ngantuk dan capek kali ya, padahal gue udah baca wanti-wantinya orang di review toko kue ini, tapi tetep aja lupa. Baru ngeh waktu mau motongin rollnya buat bekelin suami sarapan, dan baca di stiker kotaknya kalo kue ini mengandung rhum T__T" Trus karena gue istri yang baik, gue nggak bilang-bilang dulu dunk sama suami, biar dia nyicipin dulu. Hadeh, hahaha, parah ya gue. Abis dia nyicipin, gue tanya enak apa nggak, dia bilang enak, baru dah gue ngaku. Terus suami bilang, zzz, pantes aku ngerasa sedikit pusing ya abis makan ini. Huaaa, seriuuus.. :))

Overall, seru lah kemarin, walaupun sedikit in a rush, dan nggak sempet beli pancake duren di Honeymoon Dessert (tetep). Yang penting, seru dan bersama-sama! Have a good Monday everyone! :D

November 21, 2012

Aftermath

Sepulang dari Bali, gue stay beberapa hari di Jakarta. Hari Rabu dihabiskan dengan tidur! Oh, suamiku sayang, suamiku malang, gue literally tidur nyaris 24 jam dalam hari itu. Cuma bangun buat makan, minum obat (yes, the sick was still there), dan tak lama kemudian, kantuk melanda dan tidur lagi. Suamiku, gue nggak tau dia ngapain aja hari itu. Cengok aja kali ya nontonin istrinya. :D
Kamis gue udah lumayan sehat, dan gue segera menagih janji suami buat nonton Skyfall. Iyaaaah, gue telat, tauk ih, disaat orang lain heboh ngomongin betapa gantengnya Q, gue cengok aja nggak ngerti. Akhirnya pergilah kita ke Pejaten Village buat nonton Skyfall.

Review Singkat - Skyfall.

Q-nya cakep! Hahaha, over all sih sebenernya filmnya oke, actionnya keren, apalagi opening scene yang pake excavator itu, walopun lebay tapi luar biasa. Silvanya keren abis, he may be the best villain... after Joker, of course. :p Cuma... filmnya kepanjangan. Dua setengah jam aja lho. Belum AC bioskop dingin aja, gue makin srot-srot aja. Bosen jadinya. Terus seriusan, I hate sad ending. And I still prefer Pierce Brosnan's Bond than Daniel Craig's. Tampaknya gue lebih suka yang flamboyan begitu-begitu deh dibanding yang super duper serius. Tapi seneng banget sama si Moneypenny, karakternya lebih ngena dibanding cewek Bond yang satu lagi, I even forgot her character's name. Ralph Fiennes as Mallory, I like! Jadi, kalo buat hiburan singkat, nonton aja. I demand more Q's scene! Hahaha.

Abis nonton James Bond, gue sama suami mampir ke Aksara Store Kemang buat liat annual salenya mereka, tapi nggak beli apa-apa akhirnya, soalnya gue juga abis beli The Ring of Solomon di Gramedia Pejaten. Have I told you that this is a Bartimaeus novel? And have I told you that I love him so much? Novel ini terpisah dari trilogy-nya yang kemaren, tapi ceritanya tetep keren, huhu.. Jonathan Stroud ciamik banget sih kalo udah penokohan sudut pandang pertama, terus footnotenya yang menggemaskan itu lho. Barty, I really love you! Udahan ya, kalo nggak bisa jadi review panjang, dan ngomong-ngomong soal review, gue jadi inget udah menelantarkan blog gue yang ini. Duh.

Lanjut jalan ke Plaza Blok M, tell me what you really have to say, but I like this place. A lot of food choice, terus bioskopnya juga jarang rame, dan studionya banyak. Gue nonton lagi dunk disini, Alex Cross this time. Pingin nonton karena penasaran dan dulu ngefans banget sama karakter itu pas baca novel James Patterson.

Review Singkat - Alex Cross


Plot-nya lambat dan sedikit boring pas pertengahan film kebelakang. Sebenernya si premise filmnya oke, villainnya keren, Matthew Fox berhasil banget buat jadi orang yang paling dibenci sedunia. Tapi Tyler Perrynya kurang greget, dan meanwhile si Alex Cross punya banyak banget chemistry sama partnernya di buku, it doesn't seems like that in the movie. Film ini si so-so ya, tonton di DVD aja lah, nggak wajib buat nonton di bioskop.

Nonton done, makan malam di Domino's, I love their thin crust pizza sama chicken wings saus barbecue! Ini seriusan nggak ada yang mau buka Domino's di Sukabumi ya? T__T

Besok Jumatnya ketemuan Wulan dan Teguh di Margo City dalam rangka nonton Breaking Dawn part 2. I am not big fan of Twilight Saga, tapi karena gue selalu nonton yang sebelum-belumnya, gue memutuskan harus nonton ini, biar bisa puas mockingnya. And Taylor Lautner is kinda hot, isn't him? Dateng sekitar jam 11, eh wait, kok Platinum Screens udah rame aja ABG-ABG pada ngantri mengular sampe keluar studio? Akhirnya gue bergegas, terus nyuruh suami ngantri, sementara gue turun ke Bread Talk buat beliin dia sarapan. Oh suami, engkau sangat berjasa supaya cewek-cewek ini bisa nonton Edward Cullen. :))

Review Singkat - Breaking Dawn part 2


Intinya sih tontonlah film ini dengan hati jumawa dan kepala kosong. Nggak usah pake mikir, mempermasalahkan ini itu, keganjilan disana-sini, efek yang jeleknya minta ampun. Yang gue inget si, gue banyak komentar sama suami, cekikikan sambil bisik-bisik komentar sama Wulan. Ceritanya plek sama bukunya kok, kayaknya sih nggak ada yang diubah-ubah. Nggak penting juga nonton di bioskop, DVD aja lah, atau kalo bisa download gratisannya aja. Hahaha.

Sempet mampir Disc Tarra, eh, DVD Testpack udah keluar! Sik asik, cuma Rp. 39.000,- udah dapet yang original, gue sebenernya rada sangsi, not a big fan of Acha, gue suka geli aja liat ketawa dia sama nangis yang sebelas dua belas. Sampai rumah langsung nonton, walaupun suami rada protes, karena sebelumnya udah dipaksa nemenin nonton Breaking Dawn dan sekarang harus nonton film "gue" lagi.

Review - Testpack

Jujur surprise banget, ternyata filmnya bagus! Banget! Mungkin paling noticeable dibandingkan tiga film yang kita tonton sebelumnya. Suami sampai bilang, "Untung ya beb, kita nggak nonton film ini di bioskop, diusir kali ya kita saking berisiknya keketawaan." Emang dia parah abis ketawanya, terutama di scenenya Dr Peni S sama pasangan Sutoyo. Chemistrynya Acha-Reza keren abis. Mereka mirip suami istri beneran, dari gesture, tata cara ngomong, nggak dibikin-bikin. I can't believe I say this, but I really love Acha here. She's sweet, fragile, sedangkan Reza lebih ke arah tengil. O my, I love, love, love this movie.

What a wonderful long weekend! Jadi kapan ada tanggal merah sama cuti bersama lagi? :D

November 19, 2012

Bali (Last Day)

Hari terakhir!! Hua, I can't believe it's over! :( :(

Hari terakhir literally nggak ngapa-ngapain, bangun malas, packing malas. Beli McD breakfast set dan egg Mcmuffin buat sarapan, sempet heboh karena kunci hotel ilang, dan ternyata ketinggalan di McD. Zzzzz.. dan pada akhirnya mewujudkan impian gue sejak awal. Berenang di kolam Hard Rock Hotel yang gedenya nggak sante itu!


photo from here
Berenang kecipak kecipuk nggak sampe setengah jam udahan karena pilek yang melanda. Damn, I hate this cold. Tapi kan tetep harus bersyukur ya, astagfirullah, alhamdulilah ya Allah..

Pas mau packing, bingung karena baju renang masih basah. Duh, bego ya Dela, berenangnya kenapa hari terakhir, kan basah jadinya bawaan. Akhirnya pake tips dari Dua Ransel, baju renang dan semua yang basah-basah itu diperes, dan dibungkus pake handuk hotel, terus diteken-teken sampai airnya keluar. Lumayan kering juga ternyata walaupun tetap harus dimasukin kantung plastik. Awalnya mau di-hairdryer juga, tapi malasnyoooh, hahaha..

Sarapan sambil nonton (lagi) dan review buat liburan kali ini. Emang kurang optimal, kerasa banget banyak waktu yang kebuang (buat tidur), situasi badan yang nggak oke, perencanaan yang kurang. Tapi alhamdulilah, liburan ini kita berdua senang, banyak makan, dan bahagia.
Paling bawah ini badge dari backpacker yang antri taksi di depan gue. :D



Lot of cute dogs di Bali.
Best hotel ever!
Jadi, kemana kita liburan depan??? \:D/

Bali (Day 2) part 2

Berbekal tekad kuat dan titik merah di GPS yang menunjukkan Jalan Nangka Gg Nuri I no 14, bergegaslah gue dan suami cari home industry pie susu Bali yang katanya terenak seantero jagad ini. Ternyata perjalanan dari Tanah Lot ke Denpasar cukup jauh juga ya, apalagi dengan kondisi badan gue  yang nggak terlalu bagus. Sulitnya lagi, banyak banget jalan di Denpasar yang satu arah, jadi pas kita mikir, "ooh, bentar lagi ni sampe" ternyata harus puter-puter cukup jauh (huf, elap keringet). Jadilah kita muter-muter dalam kota, ngikutin peta, brenti sana-sini buat tanya dimana Jalan Nangka, sampe akhirnya ketemu! Dan... jalannya satu arah.
Bayangin setelah perjuangan lo nyari jauh-jauh itu si Jalan Nangka, ternyata jalannya satu arah, dan di GPS ternyata muternya lumayan jauh. Malesin banget nggak si, demi si pie susu. Gue udah mau membatalkan niat, tapi suami bilang, sayang banget udah nyampe sini kalo nggak diterusin. Akhirnya, bismillah, kita terusin perjuangan cari gang Nuri ini.
Sampe kapanpun gue nggak mimpi kalo bakal masuk gang-gang perumahan, jalan-jalan sempit yang sama sekali nggak berbau Bali, malahan gue berasanya lagiputer-puter naik motor aja sore-sore di gang depan rumah. Hahahaha. Sempet nanya ke satu penjaga toko, she had no idea soal pie susu Jalan Nangka ini, gue sempet hopeless, bener nggak si alamatnya disini. Puter-puter sana sini, nurut sama arah di GPS, dan betapa leganya pas nemu tanda ini...


Itu gue sama suami bahagia sebahagia-bahagianya. Big victory! Emang pie susu ini home industry, lokasinya juga di rumah biasa, tapi katanya enaaak banget (dan emang enak! Suami doyan banget, gw juga doyan walo nggak semaruk dia, hahaha).
Tampak depannya seperti ini.
Per satuannya dijual Rp. 2.000,-, waktu datang ibu-ibunya baru ngangkat pie susu yang baru diangkat dari oven, wangi banget. Gue langsung minta pie yang paling baru. Pie ini bisa tahan 6 hari diluar kulkas dan lebih dari sebulan kalo misalnya dimasukkan ke kulkas.

Setelah borong empat kardus pie susu (dan sekarang gue masih rada nyesel kenapa nggak beli lebih banyak lagi), gue dan suami memutuskan untuk pulang ke hotel, karena kondisi badan gue udah nggak memungkinkan, terus hidung srot2an mulu lagi. Tapi liat di GPS, kok lokasinya udah deket sama Toko Krisna di Jalan Nusakambangan ya? Akhirnya diskusi-diskusi sama suami, setujulah buat mampir dulu ke toko ini, walo pada dasarnya kita nggak rencana beli oleh-oleh apapun, cuma penasaran aja sama toko yang katanya gede dan lengkapnya luar biasa ini.
Setelah momotoran beberapa saat kemudian (dan ternyata nggak deket juga, thanks to jalan searah Bali yang muter-muterin kita), sampai juga ke Toko Krisna. Toko ini bersebelahan sama Pusat Perbelanjaan Erlangga yang nggak kalah gedenya juga).





Tipikal oleh-oleh ala Indonesia sih. Barang dari anyaman rotan, manik-manik, batik. Cuma karena tokonya yang gede, jadi amazed juga yah. Gue sih cuma beli dompet anyaman rotan buat temen-temen kerja, semacam penjepit makanan buat Eno, sama dress buat Wulan. Suami beli tas rotan buat adeknya yang pada akhirnya gue pakai juga waktupulang ke Jakarta demi memperkecil bagasi. Dan ternyata enak juga ternyata dipake, karena spacenya gede. :p

Saking asyiknya nggak sadar dunk kalo udah jam 4, dan laper banget. Astaga, belum makan siang dari tadi! Akhirnya pulang ke hotel dengan niat, kalo liat tempat yang menarik buat makan, langsung brenti! Beberapa kali liat restoran seafood, tapi kok nggak interested ya. Akhirnya pas udah sampai Jalan Raya Kuta, suami liat warung makan dengan tag 'Yogyakartaan' dan langsung puter balik. Namanya Warung Makan Mbok Limbok.


Pesanan kita ayam goreng penyet, mujaer penyet, sayur asem, tahu dan tempe goreng. Walaupun dibilang kalo rumah makan ini "Yogyakarta"an, tapi nggak kerasa ada rasa manis di masakannya. Yang ada pedes ala sambel Bali, tapi enaaaaak! (pas lagi nulis ini, ym-an sama suami dan nostalgia rasa sambelnya. Masih kerasa di lidah ya beb rasanya? Hahaha, sarap) Nggak tau juga kalo lagi lapar. Sambil makan, liat sekeliling, kok banyak kanvas isinya testimonial dari artis-artis ya? Apa Warung Makan Mbok Limbok ini terkenal ya? Haha..

Testimonial di dinding warung makan

Sekitar jam lima akhirnya sampai juga di hotel. Haleluya capeknya banget! Tidur-tiduran bentar sambil nonton tv, suami udah maksa buat tidur beneran, tiba-tiba setengah tujuh bangun dan bilang, "Liat sunset yuk!". Dan dengan terbirit-birit kita berdua ngacir ke Pantai Kuta depan, dan.. terlambat. Hahaha. Tapi seru banget liat orang ngumpul di pantai, suasananya adem, ada yang foto prewed! 



Cantik kan? Meskipun ketinggalan sunset nggak nyesel rasanya liat langit yang cantik banget. Meskipun orang banyak yang bilang kalo Kuta adalah pantai sejuta umat, udah terkontaminasi banyak turis, gue tetap ngerasa damai dan betah tuh disini. Sesama turis mungkin. :p

Hari berganti malam, dan kita berdua masih kerukupan dibawah selimut sambil nonton tv kabel. Masya Allah malasnya keluar, belum tenggorokan yang meradang bikin gue malas makan apapun. Sigh, boro-boro mau makan, nelen ludah ajah sakit. Tapi nggak tega banget liat suami yang masih semangat empat lima, akhirnya sekitar jam setengah delapan, kita berdua keluar. Rencananya sih cari yang enak-enak di daerah Legian. Belum lama keluar, di pinggir jalan liat Kuta Beachwalk, semacam mall nggak jauh dari hotel, dan saya maksa turun karena penasaran. Mallnya keren mamaaaah... Ada roof gardennya sama air mancur!



Tadinya pingin makan disini. Ada Kitchenette, sama Nanny's Pavilion, tapi suami tak mau makanan barat. Pingin nasi lauk pauk diaaa. Huh. Akhirnya nggak lama puter-puter kita keluar dan pindah ke Legian. Sempet lewat beberapa restoran, sampe akhirnya masuk ke satu restoran yang namanya Warung Mina. Pilihan ini benar-benar cap cip cup, harap-harap cemas aja makanannya enak.


Sesungguhnya pas lagi nunggu pesenan datang, gue sempet google-google soal Warung Mina ini, dan ada satu review dari trip advisor yang bikin jiper. Pokoknya intinya reviewnya nggak oke deh. Tapi karena udah keburu pesen dan nggak mau ngecewain suami yang kayaknya udah lapar berat, akhirnya gue diem aja sambil nunggu makanannya. Hihi, maapkan aku suamiii.. 
Untuk minumannya suami pesen ginger tea, dan gue air mineral (lagi). We are officially falling in love with their ginger tea. Harum dan enaaaaaak. Suka, sampai sekarang masih kebayang-bayang harum teh jahenya. Intinya untuk beverages dia two thumbs up. :D Untuk makan malamnya, gue pesen sup bakso gurame dan kerang bakar, sedangkan untuk suami pesen semacam gurame dikasi saus apa ya, gue juga lupa namanya. :D




Secara keseluruhan sih gue suka makanannya. Buat kerang dan guramenya rasa sausnya terlalu mencolok buat gue, tapi kata suami enak-enak aja, gue jadi mikir apa gara-gara tenggorokan gue lagi bermasalah ya? Buat sup bakso guramenya, enak, nak, nak, naaak!! Hehehe, untungnya review dari trip advisor itu nggak terjadi sama kita berdua yah. 
Pulang ke hotel sempet aja take away potato wedges sama chicken wings dari Pizza Hut sebelah hotel dengan alasan, tadi kan aku makannya dikit sayaaang. Huahaha, bubye diet :))

And, that's the end of day 2! Besok harus pulang ke Jakarta! Hiks, uh-oh, nggak mau pulang duluuuu.. :( :(