Pages

Showing posts with label shopping. Show all posts
Showing posts with label shopping. Show all posts

May 14, 2013

Tegal.. Hanya Lewat!

Berbeda dengan perjalanan perginya, untuk perjalanan pulang kita memutuskan untuk lewat Pantura, karena... Sate Tegal! Hehe, udah berkali-kali denger dan baca kalo sate kambing muda di Tegal itu enak seenak-enaknya, dan beda sama sate kambing lainnya. Penasaran dong. Jadi bela-belain buat pulang lewat Pantura biar bisa lewat Tegal (dan Pekalongan buat beli batik, dan Brebes buat beli telur asin, hahhaa..)

Nanya ke Melati yang asli Tegal, eh nggak asli asli banget sik, ada turunan apa ya, dikasih banyak banget have to visit list, dari mulai sate kambing, soto daan, nasi bogana, dan masih banyak lagi yang sebenernya bingung cara ngejalaninnya. Lah piye di Tegalnya juga cuma lewat, makannya gimana? Akhirnya memutuskan untuk fokus ke tujuan utama yaitu sate kambing. Yang lebih bikin krik krik, Melati cuma bilang kalo sate kambing yang paling enak itu ada di deket rel kereta api. Zzzzz, too much for an information *sarkas* Akhirnya google pula akhirnya, nemu nama Sari Mendo yang sering disebut-sebut.

Berbekal dengan alamat yang ada di website (Jalan Teuku Umar, Debong Tirus), dan maps di Blackberry (I really love this apps!), akhirnya bisa juga lho nemu Sari Mendo ini. Dan kebetulan lokasinya juga tepat setelah persimpangan dengan rel kereta api! Mungkin ini lokasi yang sama dengan yang diceritakan Melati ya?

Lokasinya di pinggir jalan dan cukup mudah ditemukan karena plangnya yang besar (tapi di apps sendiri, lokasi Jalan Teuku Umar ini rada susah dicari dan bandel nggak mau di-search, pe-er banget deh). Sempet takut penuh karena parkirnya penuh banget sampai harus cari tempat parkir sedikit jauh, tapi untunglah Sari Mendo ini ternyata luas dan kapasitasnya banyak!


Ada cemilan tape ketan juga disini, sembari nunggu satenya selese dibakar. Ada keripik tahu juga.

Here we come! Yuuuum.
Senangnya karena pertama kali nyobain sate kambing muda, dan berhasil! Enak dan lembut. Selain itu, daging kambingnya gendut-gendut, nggak tanggung-tanggung. Sesuai perkiraan awal, nggak sanggup lagi makan apa-apa setelah menghabiskan satu porsi yang isinya sepuluh tusuk ini. Satu lagi favorit saya, teh yang disajikan di restoran ini teh poci, jadi harum dan enak rasanya.

Selesai dari Sari Mendo, saya dan suami berangkat untuk cari tahu aci dan oleh-oleh lainnya khas Tegal. Sesuai arahan Melati, tahu aci harus dibeli di Tahu Aci Murni dan oleh-oleh khas Tegal dibeli di Toko Waloejo. Melati nggak ngasih arahan lebih jelas lagi (duh) sehingga akhirnya tetap harus kembali googling. Menurut google, tahu aci murni yang enak itu ada di Tahu Murni Putra dan Tahu Aci Murni Banjaran.

Karena menurut google yang di Banjaran itu cukup jauh dari pusat kota Tegal, akhirnya kita memutuskan untuk ke Tahu Murni Putra yang ada di Jalan Diponegoro. Ternyata lokasinya nggak terlalu jauh dari Sari Mendo, lokasinya berupa toko kecil di pinggir jalan raya, harus sedikit jeli mencari, waktu saya lewat toko itu sedang dikerubuti oleh banyak orang yang membeli.

Di sini saya nggak sempet foto-foto karena harus berdesak-desakan dengan segerombolan remaja yang riweuh beli tahu aci dengan segala variannya. Sebenarnya variannya cuma dua sih, tahu aci dan tahu pletok. Cuma kita bisa pesan yang matang, setengah matang, dan mentah. Untuk yang mentah ini tahan dua hari di suhu ruangan, dan kurang lebih sebulan kalau masuk kulkas. Harga tahu aci ini Rp. 1.000,- per buah, dan tahu pletok Rp. 1.400,- per buah. Kalau mau beli yang mentah, harga tahu acinya menjadi Rp. 2.000,- per buah karena tahu yang diberikan adalah tahu utuh, bukan tahu separuh seperti yang kita dapat kalo membeli tahu aci matang atau setengah matang. Cuma untuk tahu aci mentah ini, saat hendak dimasak, kita harus memotong tahunya menjadi dua dan memasukkan acinya terlebih dahulu, berbeda dengan tahu aci setengah matang yang bisa langsung digoreng.

Udah mirip cooking show aja postingan ini *elapkeringet*

Akhirnya bisa membeli satu besek tahu aci mentah yang isinya 25 buah (dan nantinya akan menjadi 50 potong setelah dimasak, enough Dela with all cooking details. Period), saya dan suami menuju ke Toko Waloejo yang ada di Jalan Veteran. Toko ini juga nggak terlalu jauh dari Tahu Murni Putra, tinggal lurus dari Jalan Diponegoro, lokasinya ada di sebelah kanan. Toko ini sudah cukup tua, dan menurut Melati, menjual banyak sekali oleh-oleh khas Tegal.

Yang saya beli tentunya...PILUS! Pilus Tegal ini terkenal dengan kerenyahannya. Selain itu saya juga membeli lanting dan keripik-keripik lainnya yang nggak saya kenal namanya, tapi keliatan enak (sampai di rumah langsung menyesal kenapa nggak beli keripik lantingnya lebih banyak lagi karena ternyata enak. Terutama yang rasa pedas). Untuk harga juga nggak terlalu mahal, pilus ukuran 500 gram dihargai kalo nggak salah Rp. 4.500,-.

Dari Tegal ke Brebes sendiri nggak terlalu jauh, cuma karena udara panas dan banyak sekali truk yang melimpahi kota ini, sedikit pusing juga mencari telur asin "Setuju Jaya". Belum lagi kondisi lalu lintas yang macet dan tidak kondusif, akhirnya kami gagal menemukan Setuju Jaya. Buat yang nggak saklek sama merk, sepanjang jalan keluar Kota Brebes banyak banget warung-warung di pinggir jalan yang menjual telur asin. Selain itu juga ada telur asin bakar, yang sebenarnya saya penasaran bagaimana rasanya.

Next story, adalah betapa horornya terjebak macet, hujan badai, mati lampu dan longsor di Cadas Pangeran. See you!

May 13, 2013

[What to do in Yogya?] Having Fun, Eating and Shopping.

Ke SunMor (Sunday Morning).

Tiap pagi di depan kampus UGM yang di Kaliurang itu ada semacam pasar kaget, tempat tenda-tenda makan sama tenda jualan beraneka ragam barang, dari mulai baju, sepatu, tas, rak sepatu, peralatan dapur, dll, dll. Banyak juga mahasiswa jualan nasi bungkus, barang second, lukisan foto, dan masih banyak benda-benda lucu lagi. Kalo tujuan kita sih buat nyari sarapan disana. Walaupun udah dikasih sarapan banana toast, tapi mana cukup ya buat seharian itu? =p Pilihannya jatuh ke nasi pecel telur dan es milo di salah satu tenda yang ada disana.


Selain itu, masih banyak pilihan lainnya dari mulai bubur ayam, lontong kari, lontong padang, ketoprak, dll, dll. Breakfast heaven!

Berburu Gudeg Wijilan.

Di Yogya ada sebuah jalan, namanya Jalan Wijilan yang merupakan sentra gudeg di kota itu. Sepanjang jalan, isinya gudeg melulu. Hasil googling, gudeg terenak yang ada disini namanya Gudeg Yu Djum, pusatnya ada di Kaliurang, cuma dia baru buka cabang di Wijilan. Harganya sedikit pricey, untuk nasi gudeg dengan dada ayam kampung Rp. 30.000,- per porsi, tapi enaaaaaaak! Enak seriusan, best gudeg I've ever had. So far.


Belanja Cokelat Monggo.
Coklat Monggo ini cokelat produksi Indonesia asli walaupun ternyata foundernya adalah bule dari Belgia. Rasanya nggak kalah sama coklat produksi luar seperti Delfi atau Cadbury. Untuk toko pusat dan pabrik terletak di Kota Gede, tapi karena lumayan jauh, kita cuma datang ke toko cabangnya yang ada di Tirtodipuran. Pingin sik maen ke pabriknya juga, karena bisa liat proses pembuatannya. Si Monggo ini juga baru buka outlet ketiganya di Paris Van Java Bandung, jadi nggak usah jauh-jauh ke Yogya.




Beli berbagai rasa dari mulai strawberry, mango, milk, macadamia, dan red chilli. Baru nyobain yang milk aja karena yang lain akhirnya dibagi-bagi, dan enak! Basicnya coklat Monggo ini dark chocolate, nggak terlalu manis, kecuali yang milk chocolate yang rasanya lebih manis.

Titik Nol Kilometer Yogya dan Benteng Vredeburg
Tentunya saya juga ke Malioboro dan Mirota Batik. Cuma karena waktu kesana lagi akhir minggu, dan banyak banget orang (lupa banget kalo sekarang lagi liburan akhir sekolah, huff), akhirnya nggak bisa menikmati sama sekali dan cuma inget dempet-dempetannya aja. Besok Seninnya, balik lagi ke Jalan Malioboro, cuma dari ujung yang berbeda.

Monumen Batik



Dulu udah pernah masuk ke Benteng Vredeburg dan sekarang pingin ngajakin suami, tapi tutup! Di Yogya ini banyak yang tutup hari Senin deh, Ullen Sentalu ini juga tutupnya hari Senin.

Lari di Mandala Krida.
Alhamdulillah niat baik lari selama liburan tercapai, nggak nyesel udah packing baju olahraga dan sepatu. Mandala Krida ini sebenernya oke deh, sayang banget kurang terawat. :(


Makan pizza di Nanamia Pizzeria.
Tempat makan pizza ini hits banget deh, jadi penasaran mau kesini, bela-belain sebelum cao ke Semarang. Lokasinya di Jalan Mozes Gatotkaca B.13 dan baru buka jam 12 siang. Inget ya, jam 12 siang! Saya sampai kesana jam setengah satu, dan masih harus nunggu pizzanya sekitar 25 menit karena oven kayunya masih dihangatkan. Dan sempet nyasar karena ada yang salah nge-tag lokasi di Maps jadi di belakang Plaza Ambarukmo. Duh, untung lokasi aslinya nggak jauh, letaknya di jalan belakang Yogyakarta Plaza Hotel yaa..


Thin crust pizzanya juara! Enaaaak seenak enaknya, duh, ada nggak sih yang jual pizza seenak ini disini? Saya pesan Pollo Funghi Medium yang isinya ada ayam dan jamurnya, dan Pepite di Polio, yaitu nugget dengan saos mayones. Nama menunya emang aneh-aneh, tapi ada deskripsi dan keterangan di bawahnya kok. Soal harga kurang lebih ampir sama dengan Pizza Hut. Selama saya dan suami makan, ada koki Italia bolak-balik dapur, cuma kurang jelas juga sih, apakah itu beneran kokinya atau aktor Italia yang disewa in the name of marketing. =p

Definitely will be back to Yogya! Mudah-mudahan next time bisa datengin pantai-pantai di Gunung Kidul yang terkenal cantiknya itu ya!

Bye bye Yogya!

April 01, 2013

Happy Three Days: Sabtu Ceria

Setelah suami ikut berkomitmen dengan aktivitas lari setiap minggunya, lari jadi lebih menyenangkan. Yaiyalah, jadi ada temen ngobrol, temen ngasih semangat, dan temen berkompetisi. Karena kebetulan weekend ini ada di Jakarta, kita berdua memutuskan untuk lari pagi di Taman Mini. Pertama liat tracknya rada ciut karena kok jauh ya, hehe, tapi setelah perundingan dan alasan kan-nanti-juga-bisa-jalan-kalo-capek akhirnya off we go lari. 

And we reached our first 5 km non-stop here.


Hua, senangnya! Dan nggak kerasa.. (boong ding, kayak mau mati terakhirnya). Maksudnya karena kita lari cuma target dua puteran, dan sama sekali nggak ngecek endomondo, jadi rada surprised aja pas liat jaraknya setelah lari. Wohooo..senang, senang, walaupun masih lelet, tapi sebodo ah, yang penting happy. :)

Siangnya kita pergi ke Balai Kartini karena disana ada event BNI Sports Experience. Jadi BNI kerja sama dengan Nike menghadirkan semacam bazar gitu. Kepo banget, walaupun rada bimbang secara sepatu lari masih oke, tapi kan kan sepatu trainingnya udah ancur gitu. Secara budget aja sebenernya nggak ada budget buat sepatu, hihi.

Nggak sempet foto-foto karena uda kalap banget liat semua orang bawa plastik orange keluar dari Balai Kartini. Dan pas masuk, kalap banget karena banyak banget item yang didiskon. Sepatu, kaos, jaket, training, sport bra, tempat minum, sport watch, tas, yoga mat.... huhuhuhu, bonus oh bonus, mengapa engkau belum keluar sik?? Pingin beli semua inih..

Setelah muter hampir kelima kalinya, akhirnya pilihan saya jatuh ke Nike Sister One, sepatu training yang menurut saya caem dengan diskon yang nyaris mencapai 50%. :p Warna yang dipilih warna ungu, ada yang warna pink juga, keren banget, tapi last piece dan nggak ada ukurannya, hiks. Sempet dilema berat dengan Nike Free Run, tapi kan sepatu larinya masih bagus yaaah (denial). Jadi sampai ketemu tahun depan deh.

Pas udah mau ke kasir, ngelewatin Special Booth yang awalnya males banget nyamperin karena sepatunya udah tinggal dikit. Tapi akhirnya iseng mampir, dan suami langsung jatuh cinta sama Nike Incinerate, yang harganya miring banget! Huhuhu, iri, kompetitip deh saya kalo diskonnya suami lebih besar, hehehehe..

Ini sejak kapan cinta sama sport appareal kayak gini ya?


Sempet nonton Olympus Has Fallen setelah dari Balai Kartini, dan abis itu mati gaya. Have we changed to the couple who love being at home whole day? Karena literally nggak tau harus kemana, akhirnya kita mampir ke... Taman Ismail Marzuki. Hahahaha, beneran nggak tau kenapa bisa sampai sini. Tapi nggak nyesel, karena siangnya baru bilang suami pingin soto lamongan seenak soto yang biasa dibeli waktu kuliah di Semarang dulu, dan nemu si soto itu disini! Selain soto banyak banget warung makan berjejer di dalam TIM. Dan nggak ngeh kalo ada XXI-nya juga disana! 


Saya pesan soto sulung, dan suami pesen soto ayam. Rasanya enak, dan dari awal kita pilih warung makan yang ini karena pengunjungnya lebih rame dibanding warung sekelilingnya. Satu porsinya kalo nggak salah Rp. 19.000,-. Welcome jeroan, long time no see, T____T

O ya, do you follow The Voice US? Season 4 has started last week, awalnya rada males nonton karena nggak ada Ceelo dan Christina, tapi ternyata Shakira dan Usher sama gilanya! Check this.


Udah selesai makan-makannya? Oh tentu beluuum. Next post ya, penutup serial Happy Three Days ini. :)

July 09, 2012

JakCloth 2012 and The Amazing Spiderman

Weekend kemarin menyenangkan sekali! Walaupun diakhiri dengan sakit perut yang ntah kenapa penyebabnya, masuk anginkah atau perut yang nggak bisa merespon baik kepada makanan hedonis yang udah lama nggak dimakan. Haha, tapi so far selain sakit perut itu menyenangkan deh.

Setelah nggak sengaja datang ke JakCloth tahun kemarin, saya dan suami emang udah niat buat datang ke JakCloth tahun ini. Nggak ada niat buat beli apa-apa sih, kalo buat saya, cuma emang pingin ngincer kaos-kaos murah buat suami, haha.. Abisnya di JakCloth ini kaos-kaos yang kualitasnya oke,yang biasa dijual dengan harga Rp. 100.000 - Rp.120.000 per pcs bisa dijual dengan harga Rp. 100.000,- per 2 pcs or even 3 pcs! Asyik kan?

JakCloth 2012 diselenggarakan di parkir timur Senayan, kalo nggak salah dari tanggal 6-8 Juli 2012. Ternyata untuk tahun ini areanya jauh lebih luas dibandingkan tahun kemarin. Pesertanya juga jauh lebih beragam, dan ada area food courtnya juga untuk tahun ini. Minusnya, pusing liat banyak toko bertebaran sana-sini, aduh apa udah terlalu tua ya buat bazar-bazar kayak gini, hehehe..






Yang menggoda sekali ada Robinet dan Wondershoe disana! Sepatu Wondershoe yang normalnya dijual dengan harga Rp. 155.000,- dijual dengan harga Rp. 100.000,- dan Rp. 130.000,- per pcs disana. Very cute. Cuma memegang asas teguh kebutuhan bukan keinginan, akhirnya batal beli. Book, sepatu flat seserahan dari suami aja ada yang belum sempet dibeli, mau digantung sama nyokap kalo ketauan beli lagi? -___-"


Tapi sekarang-sekarang pas dipikir-pikir, sayang juga ya nggak beli, sigh..
Dan saya berhasil nggak beli apa-apa! Sesuai dengan niat semula. Suami sampai melihat dengan tatapan menyelidik, "Kamu nggak papa kan?  Nggak sakit? Kok tumben nggak belanja?" Gyahaha, win win!

Pulang dari JakCloth mampir ke Plaza Blok M buat nonton The Amazing Spiderman. Been so long since the last time visiting here. Padahal dulu jamannya pacaran, maennya suka kesini. :D Sebelum nonton, sempet jajan Domino's setelah mempertimbangkan antara Domino's, Dairy Queen atau Singapore Snow Ice. Ingin jajan banyaaak, selalu nggak bisa mamam sehat deh kalo lagi jalan-jalan sama suami.

American All Stars thin crust. I really love Domino's thin crust. Nggak eneg dan nggak begitu ngenyangin, jadi rasanya kayak bukan makan gede, tapi ngemil-ngemil cantik :p

Chicken wings with barbecue sauce
Setelah kenyang, nonton TAS (The Amazing Spiderman)! Dari pandangan orang awam, saya lebih suka suka suka Andrew Garfield sebagai Spiderman/Peter Parker. Awalnya sempet meragukan siapa yang bisa ngalahin sosok Tobey Maguire sebagai Spiderman/Peter Parker, eh ternyata Andrew Garfield bisa lho. Sosoknya bahkan lebih tough, gak menye kayak Tobey (sorry Tobey fans).
Dari segi plot film ampir sama lah dengan Sam Raimi's Spiderman. Filmnya seru, bagus buat keluarga, dibangun dengan baik dari awal Peter Parker sebelum digigit laba-laba hingga dia menjadi Spiderman. Emma Stone is really gorgeous! Entah kenapa dari awal emang kurang suka sosok Mary Jane, IMO, she's so depended person, wishy washy, dan cuma bisanya teriak-teriak, nangis, bolak-balik antara Peter Parker dan Harry Osborne aja (yes, I am talking about Kirsten Dunst). Tapi Gwen Stacy digambarkan sebagai cewek yang tangguh, yang punya andil besar sebelum dan sesudah dia tahu kalo Peter adalah Spiderman.
Satu-satunya yang saya nggak suka itu antagonisnya. Lizard is a big meh. :D

Over all, happy! Thank you Allah. Thank you husband!
Jadi, ngapain aja kemaren weekend? :)