Pages

Showing posts with label daily life. Show all posts
Showing posts with label daily life. Show all posts

April 16, 2013

Kerja di Rumah, yes or no?

Temen saya, Melati, pernah bilang "rumah itu bukan buat kerja, kerja itu di kantor". Hal ini sebenarnya masih  jadi dilema sih (cie dilema..) bagi saya.

Untuk saat ini sih, karena keadaan, saya masih hidup terpisah dengan suami. Kalau misalnya nanti saya dan suami sudah hidup bersama, dan memiliki anak, which one will I choose? Work overtime at office or work at home? Sebagai manusia biasa pada umumnya, tentu ingin kalau kehidupan personal itu terpisah dengan kehidupan di kantor. Betapa indahnya, kalau misalnya rumah bisa menjadi tempat khusus untuk keluarga, sosialisasi dengan teman, istirahat, me-quality time, tanpa terintegrasi dengan kehidupan kantor atau pekerjaan.

Sebelum menikah, saya adalah orang yang saklek dengan "kerjaan kantor nggak boleh dibawa pulang". Mau semalam apapun, saya memilih untuk mengerjakan di kantor demi menjaga kesakralan rumah sebagai my own home, not an office. Saya sangat jarang mengerjakan apapun di rumah, kecuali untuk buka email atau cek-cek sesuatu. Waktu saya masih bekerja di kantor pertama, Sabtu dan Minggu sering sekali saya habiskan di kantor untuk melalap habis pekerjaan.

Setelah menikah, sebagai credit analyst yang job desc-nya jauh dari 8 to 5 schedule, tentunya susah untuk pulang tepat waktu ke keluarga karena terkadang ada saja kerjaan yang menuntut kita untuk bekerja overtime, terutama ketika deadline sudah menanti-nanti. Bagi saya pribadi, hal ini terpaksa membuat saya melanggar komitmen saya sendiri ketika pertama kali bekerja. Alasannya apa? Karena saya ingin menghabiskan waktu saya dengan  keluarga/suami walaupun sebentar. As simple as that. Memang kualitas bertemu akan berkurang karena saya curi-curi waktu untuk bekerja. Tapi kalau misalnya istirahat selama lima menit dari pekerjaan bisa dihabiskan dengan cuddling dengan suami? It's priceless. Asal jangan kelewatan lho. =p


Sabtu dan Minggu pun sekarang saya habiskan di rumah. Ya alasannya itu diatas, for the sake of our limited time. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen yang besar juga sih, karena kerja di rumah itu banyak sekali godaannya. Tapi kalo komitmen ini bisa dijaga dengan baik, insya Allah, we can do both, family and work.

Saya terinspirasi juga dengan Mas Andri Pradono. Mas Andri ini punya prinsip, nggak papa dia kerja overtime, selama dia bisa melakukan itu di rumah. Nggak jarang dia bekerja setelah istri dan anaknya tidur. It's a wow.

Saya nggak tahu deh kalo misalnya saya punya anak gimana. Belum bisa membayangkan apakah saya sanggup bekerja dengan "gangguan" anak, atau bisa menahan diri dari kelucuan anak. Let's think about it later. Mudah-mudahan kedepannya komitmen di keluarga dan pekerjaan bisa berjalan dengan baik di kehidupan saya ya! :D

PS.   Terima kasih Melati atas inspirasinya.
PPS. Terima kasih juga untuk survey work-life balance yang diadain kantor saya sehingga menginspirasi tulisan ini. :)

June 11, 2012

Long Distance Marriage

Picture from here

Jaman sekarang orang yang LDR (long distance relationship) -an udah banyak kali ya? Gimana kalo LDM?

Berani taruhan jaman sekarang banyak pasangan yang ngalamin long distance marriage, atau pernikahan jarak jauh. Lho kok bisa? Ya, banyak faktor. Saya sendiri (ini jadi sedikit curcol ya.. ya maaf, haha) sudah menjalani LDM ini kurang lebih 4 bulan ya.. (eh, dipikir-pikir hari ini tepat empat bulan! Happy fourth monthvesary, babe! hehe..), dan sebelum itu sempat LDR-an selama setahun kalo nggak salah. Nggak jauh sih sebenernya cuma empat jam perjalanan. Dan masih bisa ketemu seminggu sekali (alhamdulilah ya Allah..)

Kenapa?
Ya, jawabannya simple sih. Karena pekerjaan. Hehe, kebetulan tempat dinas yang berbeda kota menyebabkan saya sama suami harus "pisah rumah" untuk sementara. Sementara? Ya, pinginnya sementara dunk. Masa mau selama-lamanya? Doanya sih mudah-mudahan dikasih jalan biar bisa bersatu lagi suatu saat nanti. Amin.

Kondisi ini emang bukan kondisi yang ideal sih. Banyak pro kontranya juga. Dan banyak pemikirannya juga sebelum memutuskan untuk menjalani LDM ini. Kalau di kasus saya sih simple aja. We still need the money! Hahaha.. Saya pribadi juga masih betah bekerja. Kenapa nggak cari kerja deket suami? Maunya gitu sih cin, cuma saat ini emang kondisinya seperti ini, yah dicoba dijalani juga.

Eh, ada loh, yang rese, judgemental dengan gaya hidup ini. Dibilang nggak pantes lah suami istri hidup terpisah, dibilang suami-nya nggak feasible buat provide istri, whatever, bla, bla, bla. Kalo kata saya sih, setiap orang pasti udah punya pertimbangan masak-masak buat hidupnya. Ya dihormati aja lah. Why mind each other's business? Harusnya didoakan aja, supaya dapet solusi yang terbaik buat LDM ini.. :D

Untungnya sih, ada temen-temen sekitar saya yang suportif sekali, jadi saya bisa kuat menjalani ini.Saya masih bisa dibilang beruntung lho! Ada juga yang menjalani LDM sampai beda pulau, ouch... itu selain makan waktu, juga makan lebih banyak biaya buat ketemuannya. Makanya harus sering-sering bersyukur sama apapun keadaannya.

Buset, curcol juga nih malem-malem. Be strong ya buat temen-temen yang LDM, God's with you! :)

May 14, 2012

They said, after a hard storm, rainbow appears. So I got many rainbows today.

1. My boss gave me a present for umm.. achieving best employee so far. Alhamdulillah.
This one is from my supervisor. That's sweet of her.
My big boss gave all these colorful notebooks. I got exactly what I want, a notebook with black leather cover. Love!
2. Took our photos from studio. They are so cute!

3. My friend, Retno, got a bunch of DIY stickers and postcards from Widi, our batch friend back then at the training. They are so beautiful. 
Check his blog!
4. My husband and I arrange our next vacation! Insya Allah, it will be on November, so let's start planning! Where? Let's see!

Today turns out great, except the fact that I had to separate with my husband. For a while. Now can't wait til Wednesday and having our loooong weekend.
What makes you happy today? Share here please! :)

Saddest weekend

Lost my kitten yesterday. Awful, karena gw liat langsung kejadiannya. Anak kucing gw ada dua, baru usia tiga bulanan,gw sama bokap bahkan belum memutuskan mau namain apa. Waktu kejadiannya, gw lagi jalan ke minimarket deket rumah sementara salah satu anak kucing gw seperti biasanya ikut dan maen-maen di taman depan mini market. Waktu gw selese belanja, anak kucing itu jalan nyamperin ke arah gw pas tiba-tiba ada motor dengan kencangnya (plus suaranya yang menggerung-gerung) lewat dan langsung nabrak anak kucing gw. Anak kucing itu langsung terpelanting beberapa meter ke belakang dan sadly, induknya ada juga disana, dan dia langsung nyamperin anak kucing itu yang udah tergeletak itu. Gw shock, nggak bisa ngapa-ngapain kecuali nangis, sedangkan suami gw langsung sigap ngangkat anak kucing itu. Yang sadly, udah nggak bernyawa. Pengendara motornya? Lalalala aja nggak tau kemana.
Kenapa gw cerita, karena walaupun beberapa diantara kalian yang mungkin bilang kalo misalnya itu cuma kucing semata (but I love them so much), tapi yang lebih penting dari semua ini adalah tanggung jawab. Rumah gw terletak di satu perumahan, yang meskipun angkutan umum lewat, tapi penting nggak sih lo bawa motor malem-malem, nggering-nggerung, ngebut nggak karuan? Apa sih yang mau dibuktiin? Bahwa lo keren? Nooo, di mata gw, orang-orang yang kayak gitu kampungan. Please. Gw nggak anti sama orang-orang yang cinta sama kecepatan, suami gw aja pernah bilang, ngebut itu punya sensasi tersendiri. Tapi apa nggak bisa liat waktu dan tempat ya? Sekarang masih kucing yang jadi korban, gw berani taruhan kalo ada anak kecil lewat juga, pengendara motor itu nggak punya waktu cukup buat ngerem motornya sebelum nabrak.
Dan mungkin juga ada yang bilang, tanggung jawab lo dunk buat ngejaga peliharaan/anak/diri lo sendiri. Oh yes, gw juga tadi malam menyalahkan diri gw sendiri kenapa gw nggak ati-ati. Nggak serta merta menyalahkan orang lain. Tapi bukankah lebih baik ya kalo setiap orang bisa bertanggung jawab sama dirinya masing-masing? Memastikan kalo misalnya apa yang dia lakukan, apa yang dia katakan, nggak merugikan orang banyak? Kalo lo ngebut sampe lo tabrakan, guling-guling, dan lo mati, I won't even care. Seriously. Tapi kalo misalnya lo nabrak orang, peliharaan, ngeberisikin orang yang lagi tidur, ngebangunin bayi, that's very immature of you.
Sorry, jadi ngomel-ngomel disini. Gw cuma pingin setiap orang punya kesadaran aja. Lo dikasih rejeki buat beli motor keren, yang cc-nya gede, harusnya lo punya otak juga ya buat mikir dan  bertanggung jawab dengan kendaraan lo. Just saying.
Fyi aja, gw pernah liat supir angkot nggak sengaja nabrak kucing, mati, dan dia bela-belain buat berhenti dan nguburin kucing itu. Supir angkot lho, yang mungkin tingkat pendidikannya nggak seberapa, yang mungkin 15 menit yang dia buang buat nguburin kucing itu bisa berarti keluarganya bisa makan apa nggak hari itu. Gw yakin pengendara motor kemarin sadar kalo udah nabrak kucing gw, karena dia berhenti sebentar, tapi abis itu dia jalan lagi. As if nothing happened.
Mungkin gw juga salah, karena belum bisa ikhlas. Mudah-mudahan abis nulis post ini, gw bisa ikhlas.
RIP kitten. May your ghost haunt people who hit you. Amen.

April 26, 2012

Inside My Bag

So, I didn't intentionally write this. I tidied up my bag yesterday night, there were some stuffs I should've thrown up since long time ago, unused bills, expired candies, ugh. The thing is I rarely change my bag, and clear it up. And it ended up with me taking some photos with these. Haha, I can't believe I carry all these stuffs all day.


My bag is Elle black tote bag. My husband gave me as wedding gift. I really love this bag. It looks tiny, but really spacious.

What's inside..

HP Mini 210 Vivienne Tam Edition. My whole work life (and my fun life too!) depend on this tiny netbook. Honestly, it's too small for me, 10.1 inches, but I can carry it easily with its only 1.2 kg weight.

Charles and Keith wallet. Wedding gift from my college-mate.

Umbrella. You'll never know when you need it.

Natasha pouch. I stuck all my charger for laptop, blackberry, iPod, earphone, mouse, and bank token inside of it.

Notebook and pen. For work absolutely.

Wallet card.

Blotting paper. From Clean and Clear. Really love this one.

ID Card.

iPod touch.

Samsung phone.

A Novel. This time is Little Prince. Actually I rarely bring a novel.

Oceanus Body Mist.

Japanese Cherry Blossom Lotion in travel size.

A sanitary napkin.

Minyak angin. What do you call it in English? I often catch a cold, so it's a must bring. I often bring Tolak Angin too.

Revlon Matte Lipstick, "Mauve it Over" color.

And a Blackberry to capture these photos.

So that's it. I used to bring a cosmetic pouch, but lately I rarely do it, because it makes my bag heavier. Besides, I seldom do "touch up" so I guess I only need to bring an essential one.
What's inside your bag, and what's essential for you? Tell me in comment section! :)




April 25, 2012

Sebelum menikah, menabung sudah menjadi hal yang sulit buat saya. Of course saya punya persentase untuk tabungan, punya juga rekening khusus tabungan yang nggak boleh utak-atik untuk apapun. Mostly saya berhasil sih, cuma memang ada saat-saat tertentu dimana sebagai wanita yang normal, tergoda sama macem-macem barang perintilan lucu hehehe.. Percaya nggak sih? Belanja barang 100-200 ribu itu ternyata kalo misalnya diakumulasi jumlahnya besar juga lho! *gulp*

Sekarang sehabis menikah, apakah menjadi lebih mudah? Ooooh, tentu tidak! Haha, malah makin njelimet muter sana muter sini, secara payment account yang dikelola juga sekarang bertambah satu (suami kok entah kenapa percaya sama istrinya yang gila shopping online ini), peruntukkan sehabis menikah juga ternyata semakin bertambah banyak.

Bukan cuma itu saja, sebagai pasangan yang punya prinsip work hard, play hard, ternyata kita banyak maunya juga lho sebagai pasangan! Pergi liburan berdua (lagi), beli kamera yang bagus buat bekel liburan (halah), gadget buat suami, tas buat istri. Haha.. Dan alesannya tentu saja karena we deserved it, don't we?
Sebenarnya saya dan suami juga masih belajar. Masih baru mau mulai melangkah. Kebetulan sama-sama datang dari keluarga yang biasa, kita berdua harus kerja keras untuk mewujudkan keinginan kita. Kerja nabung buat uang muka beli kendaraan bekas idaman. Kerja nabung seperak dua perak demi bisa liburan berdua lagi suatu saat nanti. Memulai belajar investasi dari nol untuk mempersiapkan masa tua nanti (ceileee, bahasanya berat boook.. Hahaha, eat that, masa tua! :D )

Tapi rejeki tuh beneran ada aja lho (alhamdulilah Gusti Allah..). Kayak abis resepsi nikah kemarin, prediksi kita bakal jatuh bangkrut melarat.. eh, ternyata enggak juga tuh. Trus waktu BB suami ngadat, menyebalkan karena memang udah tua dan tidak layak (hahhaha, I know suami, ini lebay, tapi BB kamu suka menyebalkan sih!), eh, ada rejekinya bisa ganti BB buat suami.
See? Ternyata nggak ada yang harus ditakutkan kok. Rejeki datang seiring dengan usaha kita, walaupun mungkin nggak datang saat itu juga. Eh, eh, yang penting, jangan lupa buat berencana. Jangan mentang-mentang rejeki datang kapan aja, gaji pun ludes seketika nggak sampai 24 jam dari tanggal gajian (hayooo, saya tau masih banyak yang gajinya cuma numpang lewat aja di rekening..)

Jadi, gimana cara teman-teman yang lain menabung? Share di comment section ya! :)


Image from here.

April 06, 2009

lazy...

the thing is i hate working at SUNDAY or bring home my job stuffs! it's annoying, rite?
but,,it was happening yesterday..

sometimes i was wondering why must i do it, wasting so much time for working..life must be full of happiness and freedom, but i feel forced. i need to be genuine, fair to myself, what do exactly i want in life..

darn, i think it's whole about my QLC again.. uncertainty, hesitating..
okey, stop all this crap..
back to work, gals..



ps...
please everyone..
come and join my vote, so i can know what will i post for next..
thanks sooo much!

March 24, 2009

The Fountain Show









remember when you saw Disney's cartoon for the first time, and felt magic swinging around you, birds suddenly appear?
that's exactly what i felt last day when i saw fountain show in Grand Indonesia..
that was so amazing. . . for real. . .

i couldn't stop smiling, when lotsa bubbles dropped from the ceiling... beautiful. . . .

here the videos. .



March 23, 2009

1000 visitors..!!!!!!!!!!!

hurray!

finally i got 1000 visitors!

ga nyangka aja gw, secara blog gw termasuk yang amburadul, dan hellooooow... i am not a celeblog like any other ones..

jadi inget pertama kali ngeblog,



waktu itu,




nenek gw meninggal.



beliau orang kedua yang paling deket di dunia ini sama gw. great granny, talkactive, but really nice..


dan, perasaan gw waktu dia pergi..



wah,


dari dulu gw selalu nulis. i am a diary girl. di rumah, gw punya satu kotak besar, yang isinya buku diary dari sejak gw 5 tahun. kelas 1 SD. tapi, pas nenek pergi, rasanya gw ga cukup bilang ke diary gw. sejak itu gw bikin blog.



gloomy banget ya?

whatsoever...


UPDATE


TERNYATA 1000 VISITORS GW BERSAMAAN BARENG POSTING GW YANG KE 100!!

WHAT A COINCIDENT!

March 15, 2009

weekend


great weekend!!!!

diantara revisi yang menggila.. (okey, gw berlebihan, mudah-mudahan si perevisi gak ngerti caranya blogging.. he..piss) seneng banget gw bisa kabur bentar, abisnya suasana kantor udah beneran bikin mumet. hahahaha..
pingin banget nonton Confession of a Shopaholic, tau kan..yang diangkat dari novelnya Sophie Kinsella, tapi berhubung temen gw ga suka film chick flick gitu, akhirnya gw nonton film Push deh,,
sempet pingin liat Will Smith di Seven Pounds, tapi denger2 filmnya mengharu biru..
inget terakhir gw nonton film LOVE, dan gw nagis-nangis kejer ga keruan.. huaa..maluuu.. tapi gimana lagi gw orangnya emang haruan (and so dramaaaaa queen), akhirnya gw mutusin buat cari aman aja deh, nonton Push..

abis nonton di Citos, sempet kabur dulu ke Plaza Blok M, and thanks God ada The Body Shop disana. Body Mist gw yang Pomegranate udah lama abis,,tapi ternyata pas nanya ke mbaknya, dia bilang Pomegranate Fragrance itu limited edition! aduh, bete banget, padahal gw udah seneng banget.. tapi, pas mbaknya nunjukin special edition yang paling baru (namanya Oceanus, kalo ga salah), woow,,,ternyata enak juga! jadilah gw pake Oceanus itu..

great weekend, once again.. but after all, sigh,,
udah ah gw ga mau ngeluh..


sincerely,
spending beautiful and warm Sunday at the office ($%^@#&$#@%&^!!!!^%$#%^@)




UPDATE
siangnya gw ketemu tika, dan dia kemaren malem abis nonton Confession of a Shopaholic sama mas Anwar. dia bilang baguuuuus.... gw rada sedikit nyesel.. =(
malemnya, ketemu Nina yang abis nonton Seven Pounds, dan dia bilang dia nangis! thanks God, gw ga jadi nonton film itu..

dan pas gw jalan ke PIM, di Body Shopnya ada body mist Pomegranate! yaaaah... tau gitu kan gw belinya di PIM aja..