May 02, 2016

Monday is always the hardest.

Nggak tahulah kalau buat wiraswasta, freelance, ibu rumah tangga, atau orang yang jam kerjanya nggak diatur di buku pedoman perusahaan, atau punya waktu kerja fleksibel. Atau orang-orang yang mengklaim amat sangat mencintai pekerjaannya sehingga katanya you don't feel like working. Beneran nggak sih seperti itu? Saya pernah baca artikel, lupa dimana, intinya walaupun kita melakukan pekerjaan yang kita cintai sekalipun, ketika kita berhubungan dengan pihak ketiga, baik itu client, atau vendor, tetap kita memegang suatu responsibility untuk memuaskan pihak tersebut. Misal, penulis, who claims (s)he loves writing a lot. Pada saat dia menghadapi deadline, atau tuntutan dari pihak penerbit, dia tetap dihadapkan pada tanggung jawab untuk memenuhi deadline tersebut. Jadi ya selalu ada rasa tanggung jawab dan kewajiban apapun pekerjaan itu. Bahkan istri konglomerat pun memiliki tanggung jawab dan kewajiban itu, ya nggak sik? (eh, tapi kalau jadi endorser atau buzzer gitu enak kali ya?)

Ada satu quote yang saya suka, "Only life lived for others is worthwhile". Albert Enstein yang bilang. Kadang saya stress dan tertekan, karena kok rasanya semua yang saya kerjakan itu demi orang lain. Malah sebenarnya kalau misalnya saya memikirkan diri saya sendiri saja, nggak usah tuh harus susah payah seperti ini. Tapi memikirkan berapa banyak orang yang terikat dengan saya, kok rasanya peran kita di dunia ini lebih besar ya dari hanya sekedar diri kita sendiri. Berguna untuk orang lain. 

Berat banget kayaknya ya? Ini adalah salah satu alasan saya belum mau punya anak lagi. Kalau nanti memang cuma bisa punya Zafran saja, ya sudahlah. Karena pekerjaan jadi ibu itu 24 jam 7 hari 1 minggu. Dan nggak bisa resign. Tanggung jawabnya tingkat tinggi.

Intinya, Monday is always the hardest. Apalagi kalo bocahnya ngintilin kemana-mana dan berderai air mata pas ditinggal pergi.



March 24, 2016

You know what I missed most from our road trip?

Those cheap minimarket coffees we've had while we were taking a rest. 
Cheap coffees and nice conversation. 
And the way I could get a nap while you're driving.
And lot of books I could read while you're driving.
And lof of things I could do while you're driving.
:)


December 28, 2015

What's Yours?

Some of happy memories of 2015..

Zaf turned to 1..

.. and started to walk, although he is a bit delayed.

Moved in to our own home..

Started to run again..

Family's trip to Kuntum and Kebun Raya Bogor

Had 12-days diet mayo, lose 3 kilos, and after that, gained some again (facepalm)

Bali with husband

#delaslunchbox

Won Glamglow from femaledaily's contest. Yay!

Yogya Solo Trip

Reunion with some of college friend

Trip to Semarang

Got our first IKEA

Got myself two of my dream bags (and husband said, "No more for next year!" (haha)

ASI exclusive until my son turned 1, alhamdulillah..


---will update soon if I remember any of it---

December 22, 2015

#YogyaSoloTrip : Where To Go (part 2)

I know when we say we don't have any time, and some other motivational people say, "then make some!". Yeah, pretty well not gonna happen. At least since a month ago, I've been at non-stop working mode. But, gonna finish my Yogyakarta post, because it was too worthy to be skipped, and I really want to have some memory to be read in the future. So, I am skipping my nap time (I have nap time, seriously I am gonna faint if I don't) and write this post.

Last post is me in Taman Pintar Yogyakarta. The hardest thing, after all the time, I only remember vaguely, details be gone. But I do remember that after that, I went to Taman Sari. It's accidental, actually. I was going to go to Prawirotaman to have some lunch, I remember they have many nice cafes and restaurants, then I walked across Jalan Taman. Never been to Taman Sari before, and it turned out very interesting experience. Ticket price is cheap, I forgot, it's about five or six thousands rupiah. When I entered the gate, a man came and asked if I was alone and whether I need a guide or not. To be truth, I was a bit intrigued because I really wanted no company. But he turned out to be a nice company and quite good photographer (ha!). Learned some things about Taman Sari from him, but I forgot most of details so you better google it. And I really had no idea there is some underground mosque beside the bathing area, so I was so grateful that I accepted his offer.

Near Keraton, when I walked through the city

Keraton was closed because Jumat prayer
I secretly love how I was able to find this kind of gate across the city.
Taman Sari
Bathing area, they had separated bathing area for princess and Sultan.


Way to underground mosque
I was very satisfied with the trip. For lunch, I went to a nice restaurant/art shop called Kedai Kebun, located in Tirtodipuran. Nice ambiance, tasty food. I really had no idea about the art, but I spent some time there.



They have various choice of healthy food and sugarless juice.


While I was walking through the city from morning to afternoon, I decided to take TransJogya for my way home to Pawon Cokelat. Spent whole afternoon in my hostel and took a little walk to Gudeg Yu Djum after night came. After all Jalan Wijilan is not that far from my hostel.

Best gudeg in town!
Love every bit of my me-time/short vacation and wondering am I able to experience it again? Hope so someday yah. :)

November 23, 2015

#YogyaSoloTrip : Where To Go (part 1)

Seperti yang udah diceritain di post sebelumnya bahwa selama perjalanan ini itinerary ga disusun, dan pergi kemana kaki melangkah aja. Waktu hari Jumat bangun, masih bingung mau kemana, ditambah harus ngecek timeline karena hari itu Shondaland's TGIT (teteeeep, hahaha..). Akhirnya memutuskan mau ke daerah Prawirotaman/ Tirtodipuran karena disitu banyak tempat makan. Goggling2 dan ketemu salah satu tempat makan yang jadi satu sama art gallery dan banyak dapet review bagus, Kedai Kebun, jadilah saya menetapkan tujuan kesana. Mau mampir-mampir di jalan sih liat nanti aja.

Dari guest house ke Kebun Kebun 45 menit aja kalo jalan kaki. See? Makanya sarapannya harus nasi goreng, hahahhaa...
Keluar Pawon Cokelat sekitar jam berapa ya? Sembilan? Lupa, pokoknya masih pagi dan Malioboro masih sepi. Kedengeran suara lagu jawa yang melantun dari radio yang terpasang di sepanjang Jalan Malioboro. Rasanya nggak pernah sebelumnya jalan di Malioboro dalam kondisi sesepi ini. Salah satu toko favorit saya, Mirota Batik (eh, sekarang udah ganti nama btw jadi Hamzah Batik, ganti pemilik?) sudah buka, tapi saya memutuskan untuk mampir nanti saja.

Sampai ujung jalan Malioboro, ternyata titik nol kilometer sedang direnovasi sehingga jalan ditutup. Saya memutuskan belok kiri ke arah Jalan Panembahan Senopati sampai bertemu dengan gerbang Taman Pintar Yogyakarta. Sungguh awalnya kurang tertarik dan cuma masuk karena penasaran sama gedung Planetariumnya saja, cuma in the end lama banget keliling-keliling disitu. Menarik deh ternyata. Atau memang mengunjungi lokasi wisata khusus anak tanpa membawa anak itu membuka perspektif baru ya? Jatuhnya ke entertaining diri sendiri bukan entertaining anak.

Jumat itu, di halaman Taman Pintar sedang ramai sekali karena ada semacam pameran dan panggung yang diisi berbagai macam penampilan anak TK. Saya beli dua tiket, untuk ke planetarium (Rp. 15.000,- untuk orang dewasa) dan tiket masuk Gedung Oval dan Memorabilia (Rp. 18.000,- untuk orang dewasa). Karena waktu itu sudah mau pukul 10 dan show di Planetarium sudah akan dimulai, saya pergi ke Planetariun dulu.

Di luar studio. Di dalam studio, dilarang foto-foto. Mengeluarkan hp, kamera atau benda bercahaya lain juga dilarang.
Mungkin karena bukan weekend, jadi pengunjung waktu itu belum terlalu banyak. Planetariumnya sendiri menurut saya keren sekali, apa karena baru pertama kali masuk Planetarium, jadi belum bisa membandingkan dengan yang lain? Lama pertunjukan tiga puluh menit, kita dipertontonkan langit Yogyakarta malam itu, zoom in ke beberapa planet yang terlihat. Plus ada dua film pendek yang khusus dishoot menggunakan kamera 360 derajat. Nice shooow.

Setelah selesai di Planetarium, saya masuk ke gedung memorabilia. Untuk gedung memorabilia sendiri tidak terlalu banyak yang dipertunjukan, sebagian besar tentang sejarah Indonesia dan presiden dari waktu ke waktu. Ada sesi bangunan yang menyimpan beberapa personal belonging dari mantan presiden Indonesia, seperti salah satu award-nya Habibie, baju koko Gusdur dan baju pramuka SBY.

Dari gedung memorabilia, saya masuk ke Gedung Oval. Awalnya sih ga berharap banyak, tapi lhooo.. ternyata dalamnya luas dan baguuuus sekali. Serius, bagus banget deh dalamnya. Terbagi ke beberapa lantai dan beberapa zona, ada zona fisika, kimia, biologi, industri, budidaya makanan, teknologi, duh saya lupa saking banyaknya. Serius, bagus, inovatif dan interaktif sekali. Rasanya rada nggak percaya di Indonesia ada gedung seperti ini.

Pintu masuk gedung oval = akuarium!





Zona apa namanya, cuma isinya tentang sejarah kota Yogyakarta, ada bioskop mininya memutar film pendek tentang Yogya.
Another poor attempt of taking picture by self timer.
Jujur nggak banyak foto-foto disini karena terlalu banyak ber-aaaaw... sambil megang alat-alatnya yang interaktif. Bayangin, ada zona olahraga lengkap sama video games untuk main tenis, sepakbola, terus main basket ala-ala Timezone gitu. Super kewl. Di lantai paling atas dekat pintu keluar ada bioskop 4D yang tiket masuknya harus beli secara terpisah, Rp. 20.000,- kalau nggak salah, tapi worth it lah buat film pendek selama 15 menit.

Revisit? Super yes! Apalagi kalo sama Zafran ya.. Halaman Taman Pintar juga cukup luas, dimana tiket masuknya gratis, ada taman lalu lintas dan beberapa permainan yang seru.



Main air gratis!

Ngga terasa keluar dari Taman Pintar ini udah jam satu aja, tiga jam sendiri di dalam. O ya, ada semacam food court juga di dalam dengan berbagai pilihan jadi ngga usah takut kelaparan.

Next stop adalah Taman Sari, another post yaaaa...

November 18, 2015

#YogyaSoloTrip : Where To Stay

Sebenernya, walaupun judul perginya dari Kamis sampai Minggu, tapi yang beneran niat pergi kemana-mananya cuma satu hari sih, Jumat aja. Kamis baru sampai siang ke sore gitu kan, dan sisa hari diisi dengan leyeh-leyeh sampai malem, beli KFC deket hotel sama jus buah di Giant. Plus mewek karena video call sama anak, kangen gitu deh haha. Sabtu diisi tidur sampai siang, pindah hotel, leyeh-leyeh (lagi!) dan wisata mall, hahaha.. Sedangkan minggunya jam 6 udah cabs flight ke Jakarta.

Memang trip ini direncanakan sebagai no-pressure and no-itinerary trip sik (dan lagi kapan sik gw bikin-bikin itinerary, zzz). Intinya pingin laid back for a while dan menikmati tiga malam tidur nyenyak full (kalo bilangnya ke suami, mau rapelan tidur enak disini), because being a mother and working mother, I rarely had enough sleep, Ugh. Makanya cari tempat nginep yang enak, dan deket dari mana-mana, karena kalo emang males kemana-mana, seenggaknya Indomaret tinggal lompat dan banyak tempat makan.

Jadi inget salah satu post yang dibuat sama The Babybirds tentang Pawon Cokelat, googling-lah tentang bnb ini. Eh kok deket banget ya sama Malioboro. Harganya juga nggak terlalu mahal, 325k a night. Sebelumnya jujur ga pernah nginep di bnb, tapi yaaa there's always first time for everything kan ya kan? Awalnya mau book buat tiga malem, tapi kok yang malem minggunya dia udah full-booked yaaa, hiks. Sempet liat-liat Greenhost Hotel yang lagi in itu dan Lokal Hotel, tapi lokasinya lumayan jauh juga ya, walopun di Prawirotaman banyak tempat makan lucuk-lucuk jg sik. Udah mau book Greenhost (plus berharap ketemu Dian Sastro sama Nicholas Saputra disana!), tapi kok tapi masih kepo sama Pawon Cokelat. Akhirnya jalan keluarnya, stay di Pawon Cokelat 2 malam, trus malam berikutnya pindah ke Jayakarta Hotel. Kenapa ke Jayakarta? Deket bok dari bandara, cuma 15 menit aja dan punya airport pick-up services. Cucook lah ya, kan mau pagi-pagi balik ke Jakarta.

Turns out Pawon Cokelat is amazing. Loooove, love, love. Lokasinya di Sosrowijaya, ternyata disitu emang banyak banget hotel dan bnb yah, never notice before. Dan turns out, foto-foto paling banyak disitu, hahaha... -__-

Breakfast spot. Untuk sarapan sendiri, diberikan dua pilihan, mau ala Indonesia atau ala barat. Waktu itu sih saya dua kali sarapan pilih yang ala Indonesia (hahaha), hari pertama nasi goreng dan yang kedua mie goreng. Untuk teh dan kopi sendiri available 24 jam.


Rooftop! Aduh kecenya...




Love the room. Sleek, tidy, love it.
Dan turns out hari ketiga hampir sepagian saya disini, nonton Grey's Anatomy dan How to Get Away With Murder.

First attempt using self-timer. Duh, harus beli tongsis kayaknya next trip. Bakalan ada ngga ya next trip? =p
Intinya betah banget disini, dan sedikit sedih waktu harus check out. Deket banget sama Circle K, Indomaret, Malioboro Mall dan halte Trans Jogja. Masuk ke gang sih, but you got what you paid. Mungkin susah sih kalo bawa kendaraan sendiri, had no idea harus parkir dimana, wong motor aja harus dituntun kok di dalem gang itu, jadi mungkin kalo pergi sama mas Ro dan Zaf, Greenhost? Hahahaha, anyway tetep pingin balik kesini lagi sih kalo kondisinya memungkinkan.


November 16, 2015

#YogyaSoloTrip : Prologue

So, no, I didn't go to Yogya and Solo.

But yes, I went to Yogya alone.

Have I told you that I have the best husband ever? Nope, I am not exaggerating it. When I told him coyly maybe I need sometimes alone after everything that happened in my family (plus the load of my work nowaday!), no wonder I felt so overwhelmed (and yes, a little bit depressed). I never flying solo before, never travelling alone except for work. Suprisingly, he agreed, even more excited than me. I never assumed he was serious until few weeks ago.

I planned to take two days leave from office, but hadn't plan to go anywhere. The choice is visited IKEA (yeeeah, right), or go somewhere near with Zafran (Taman Safari?). I didn't feel right to leave Zafran at home as usual and went to my husband alone because of some things. Then husband said, what if I went to Yogyakarta whether Zafran and him went visiting my mother in law in Semarang? I laughed at the idea at first. Nooooo, leaving Zafran alone with you for the whole four days? But then the idea creeped me out, I found that I was thinking about it again and again. Four days just for myself! Then who am I kidding? My husband is excellent with Zafran. I trust him more than he trusts me, And more than I trust myself. I really can't trust myself to handle Zaf alone, to be truth. But he can do it.

Sooo, I asked him again, he still said yes, I might go. Til we arrived to the airport and sat at the boarding gate (we were at same gate, their flight boarded five minutes earlier than mine), I still asked if he was sure. And man, does he ever doubt about it. So they went first, and I waited until my turn. I cried a little in my heart, after all I am still a mother. But kid was so calm and was not anxious when separating with me. I still remember the horror and questioning look from a man who sat beside us, realized that I wasn't going with my husband and son, hahaha.

And the trip begun. Hello Yogya, long time no see :)

October 17, 2015

Family Trip : Ancol sekaligus Reuni!

So, with anything happened (I wish I could tell you, maybe someday I will), I really miss writing. In this blog and in my personal journal. So today, the boys are sleeping, while I really have a lot of deadline and work to do, first blogging!

Agustus kemarin, ada acara reunian Teknik Sipil Undip. Acaranya untuk beberapa angkatan sik, awalnya males haha, tapi pas denger kalo acaranya diadain di Putri Duyung Ancol lumayan tertarik juga, apalagi Zafran belum pernah ke Ancol. Dan ternyata lumayan sukses juga, yang datang satu angkatan lumayan banyak, walaupun akhirnya ga bisa ikutan acara puncaknya karena kemaleman dan ngga enak hati udah ninggalin Zafran sama suami di hotel seharian. Besoknya kita bertiga ga ikutan acara jalan santai di Ecopark tapi cabut ke Sea World, liat ikan, binatang favoritnya Zafran (selain ayam dan bebek. Oh well)

Baru bangun tidur dan rada bete. Karena panas. Apa kabar mau diajak jalan-jalan ke pantai di Bali nak? Batal aja kalo gitu yah? Btw, udah lama banget ngga ke pantai Ancol dan sekarang lumayan bersih ya.
Meet again! Karena rata-rata temen kuliah domisilinya di Jakarta, jadi jarang banget ketemu. Eeeeh, pas ketemu udah pada bawa buntut kayak gini. Seumuran lagi.
Mulai bete karena ngantuk. Abis ini langsung cabs berdua sama bapaknya bobok di hotel, hehe.


Terakhir ke Sea World sendiri... mungkin 6 tahun yang lalu? Waktu masih kerja di PP? Sempet ditutup kalo ngga salah karena ada masalah kepemilikan apa sih yang gw juga ga ngerti, untungnya kemarin udah buka. Karena bingung mau kemana lagi, kalau ke Dufan masih kekecilan kali ya Zafrannya. Buat anak dibawah 100 cm masih belum bayar tiket... errr, Zafran kayaknya udah bayar sih harusnya, tapi karena duduk di stroller, ngga ditagih tiket! Haha.. Anyway, Sea World masih bagus, favorit banget dari dulu, cuma kemaren rameeeee. Rame banget, sampai jalan rada susah dan di dalem panas. Weekend? Mungkin harus cuti kali ya kalau mau sepi kesini.


Zaf loves fish and darkness. Cuco lah. Ada temen kantor yang nanya, Zaf ga takut gelap-gelap? Wong kalo Zaf mau tidur aja lampu harus dinyalain, kalo dimatiin dia malah girang dan nyanyi-nyanyi sendiri, zzzzz


Sama panitia diinepin di Aston Marina, karena Hotel Discovery dan Mercure-nya udah penuh sama angkatan-angkatan atas. (Seniority still exist!). Aston Marina ini menurut saya rada aneh deh, bintang empat kan, tapi pelayanan rada parah. Dari mulai check in yang lama banget, terus room service yang dipanggil lamaaaaak, sampai lift yang rusak-rusak. Padahal udah laporan, tapi ga ditindak lanjut. Dua hari nginep disana naik turun selalu pakai lift barang, zzzz
Jadi, reuni selanjutnya dimana? Bali? *uhuk*