December 27, 2013

Yin and Yang

On the positive side, I feel so overly happy, overjoy. I feel the kicking, the jabbing like every minutes and every hour in my life, we talked to him like he was there, indeed he was there. We bought so many tiny beautiful things, set things up, re-layout our room because we had no space to create new nursery, and settled things down. I was soooo exciting when finally my husband arranged our new baby box, we had our argument whether we need to buy it or no, and ended with buying it, and we couldn't stop starring it after it finished. I couldn't stop folding and tidying little cloth diapers, clothes, socks, towel and put it into our closet, and then opened it again, folding it again. I think it is my nesting instinct kicking over it all, and guess nobody understand it.

On the negative side, I always feel this little cranky and uneasy feeling that something is going wrong. It's not right, I know, and maybe it won't happen, but before I'm getting pregnant, I always be this cranky and perfectionist person, so with all these hormones happening, it all magnified. I suspected that everyone going against me, my mother, my mom-in-law, even sometimes my husband. I have no idea whether other mother-to-be feeling the same way, but with this overly happy feeling, it makes me realize that I can be crushed easily too.

So, I guess the feeling comes in both way and all I can do is embrace it. And counting the days until he arrives. :)

December 24, 2013

8 bulan!

Minggu ini udah menginjak minggu ke-32. Jadi apa aja yang udah terjadi dan dirasakan akhir-akhir ini?


  1. Eungap! Hehe.. Cuma beraktivitas sedikit aja rasanya udah capeeeek banget. Apalagi lokasi kantor ada di lantai tiga dan ngga ada lift, lumayan lah olahraga tiap pagi dan sore, kalau misalnya selain pergi dan pulang kantor sih saya menghindari tangga sebisa mungkin. Bingung juga perasaan kerjaan juga ngga berat-berat amat, tapi kok tapi tiap jam tigaan rasanya ngga sabar banget nunggu waktu pulang buat bisa rebahan. Di kantor bisa sih rebahan di musola, tapi kan keras, kadang-kadang malah nambah sakit ke punggung dan pinggang.
  2. Sakit punggung dan pinggang. Oh so mainstream ya. Normal kali ya, kan si kecil tambah gede.
  3. Restless leg syndrome. Aduh, itu yah kaki pegelnya ampun-ampunan, mungkin karena menahan berat bebankuuuu.. Apalagi punggung kaki, ebused, sakit-sakitan aja tanpa sebab. Hiks.
  4. Sleepless night. Oh my good night sleep, where are thou? Kebangun terus beberapa jam sekali, akhirnya kalau siang-siang di kantor ngantuknya ampun-ampunan. Eh tapi kalo siang tidurnya lancar jaya lho, nemplok langsung molor gitu. Hehe..
  5. Hareudaaang. Bener katanya makin kesini udara serasa makin panas aja buat bumil. Padahal di Sukabumi mendung setiap hari dan kata orang-orang dinginnya minta ampun, sementara saya masih ngotot kipas angin dinyalain. Akhirnya ya masuk angin deh jadinya. Serba salah. Zzzz..
  6. Si kecil udah mulai suka neken-neken jalan keluar. Lebay sik, cuma kadang-kadang takut aja serasa dia udah mau keluar. Cekat-cekit gitu di perut bagian bawah. Padahal wajar sih, soalnya itu kan dia lagi muter-muter nyari jalan keluar. Braxton Hicks juga udah mulai kerasa, kontraksi sehari sekali, tegang dan terkadang mules. Walaupun deg-degan, tapi exciting aja, apalagi gerakannya suka terkadang heboh sendiri di dalam.
  7. Belanja keperluan bayi! Hahaha.. favorite thing to do. Although I am not in favor to pay =p Si bapaknya juga heboh banget belanja-belanja, bahkan lebih heboh kayaknya dibanding emaknya, haha.. Kalau dikomentarin sama mamah saya, ya bilang aja, wajar ya mah, semuanya dibeli kan anak pertama, masih euforia, hehe.. Kalau must to buy listnya saya nyontek dari listnya The Alvianto sama buku pregnancy cheklistnya Mommies Daily dengan sedikit modifikasi sesuai dengan budget dan keinginan tentunya.
  8. Masih dilema sama beberapa hal, tentunya.. anaknya belum ada aja, udah ada beberapa kontroversi dan pertentangan hati, baik dengan diri sendiri maupun dengan mamah saya sebagai neneknya. Goggle dan blogwalking sana sini, rata-rata pada mengalami hal yang sama ya? *hug* Tapi ngga papa, mari kita jalani saja, mudah-mudahan ada jalan tengahnya.
Intinya, pingin ketemu cepet-cepet! Eh, diralat.. sewajarnya aja sih, semaunya doski kapan keluarnya, yang penting sehat, lancar, amin.. :)

December 05, 2013

Hello there, what's up from third trimester?

29 WEEKS!

What's in this week?

My baby is already 1.2 kgs, ugh, pantes pinggang mommy pegel-pegel ya nak.. Bayangin aja bawa barbel 1.2 kilo diiket ke pinggang seharian (kurang ajar banget ini emak, nyamain anak sama barbel =p), dan tingginya udah 30 senti sekian (rada lupa, haha..). Pantes kalo misalnya kepalanya ada di pinggang kanan, kakinya suka nendang-nendang di pinggang kiri. Lucu banget, serasa bawa Karate Kid di perut (kalo kata whattoexpect), it's such a blessing otherwise, walaupun sakit ya bok ternyata ditendang-tendang. Still mommy loves you so much. :')

Unexpected event?
Yang pertama kemaren sempet kesetrum dikit. Hahaha.. cuma dikit kok, ngga sengaja kepegang si colokan T, eh, nyetrum dong. Zzzz.. abis itu panik, emak-emak parno, langsung google artikel bumil kesetrum, sms bidan, mana udah malem lagi. Terus nungguin ada pergerakan nggak dari si kecil, abis itu baru bisa tidur. Besoknya parno lagi, kok kalem banget ini bayi, tapi siangan dikit dia udah uget-uget aktif lagi. Syukurlah, kalau kata bidan, selama kesetrumnya cuma kaget doang, ngga pake jatoh dsb, dan dedeknya masih ada pergerakan berarti gapapa. Tarik nafas panjang-panjang aja, kasih oksigen ke dedeknya.

Terus sempet maen ke Bogor juga sama suami! Jadi kan berhubung kereta Sukabumi-Bogor udah mulai beroperasi lagi (thanks ya Pak Dahlan!), dan ada gerbong eksekutifnya, dan lagi hits banget, makanya kepo kan pingin nyobain. Kebetulan juga pas premiere Catching Fire yang udah ditunggu-tunggu sekian lama, akhirnya memutuskan untuk melipir ke Bogor dengan tujuan nonton aja. Ternyata keretanya emang nyaman banget dibandingkan yang dulu ya, udah ada nomor kursinya, ber-AC, terus enak deh yang eksekutifnya. Ngga tau sih kalo gerbong ekonomi AC ya, tapi harusnya lebih terkontrol sih karena kan ngga ada yang berdiri-berdiri lagi. Sayangnya dvd yang diputer sepanjang perjalanan semuanya Dewi Yul dan Broery Marantika (dan sempet ada anak SMA gitu yang salah ngenalin dia sebagai Reza Artamevia, duh emang beda generasi yah.. haha..), lama-lama kalo misalnya keseringan naik kereta, bisa apal satu album Broery.


Filmnya gimana? Weis.. perjuangan itu mah, soalnya keretanya baru nyampe stasiun jam setengah 1, terus filmnya mulai jam 12.45, bela-belain sampai naik ojek. Duh, abisnya kalau mau nonton show berikutnya nanti nggak bisa pulang pake kereta jam 6 sore. Rempong emang naik kereta, tapi enak, ngga usah nyetir. Jiah, haha.. Terus lari2 di Botani Squarenya, untung masih sempet beli-beli popcorn caramel dulu (walaupun ngga seenak Garrett #tetep) dan ketinggalan adegan awal kurang lebih 5 menit.

Catching Fire is awesome. Walaupun alurnya rada lambat di setengah film pertama, and I expect more dari Victory Tournya dibanding cuma seliwat-seliwat dari distrik-distrik yang ada gitu. Setengah film kedua udah mulai seru karena Quarter Quell-nya udah mulai dan suasananya lebih mencekam aja, walaupun udah baca bukunya dan udah tau apa yang terjadi, hihi.. Cannot wait for Mockingjay, but I wonder why kenapa harus dibagi jadi 2 bagian yah. Ngikut-ngikut franchise buku gede lainnya kali ya, walaupun menurut aku yang harus dibagi dua itu Catching Fire sih. Perpindahan dari Victory Tour ke Quarter Quell-nya itu kecepetan kan ya, sementara di buku ada jeda waktu kurang lebih setahunan gitu. Oh well, you can't always get what you want yah.

After the movie is finished, I was like..

gif's not mine
Terus, terus.. sempet dirawat tipes 3 hari. Dueng. Jangan tanya mengapa, kayaknya sempet makan sesuatu yang kurang bersih deh. Deg-degan karena panas yang ngga turun-turun, bikin detak jantung bayi tinggi karena bayinya kekurangan oksigen, tapi seiring ibunya turun panasnya, dan disuplai sama oksigen, bayinya alhamdulillah kembali normal. Pengalaman lah, baru pertama kali dirawat di RS, dan amit-amit mudah-mudahan jangan lagi (kecuali nanti pas melahirkan ya, amin..)


November 22, 2013

Termewek Pagi Ini

Anakmu Bukan Milikmu (Kahlil Gibran)

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap

November 14, 2013

Latihan Favorit

Been doing this for a while, karena gampang, cepat dan bisa dilakukan dimana aja literally! Di rumah atau mushola kantor, hehe.. Terus mbaknya juga kocak abis deh.


Favorites During Pregnancy

Disclaimer
Bukan postingan berbayar (I wish it is, he he he). Cuma pingin sharing aja sambil ngabisin waktu istirahat di kantor.

Aqua Mineral Water
Youp.. that Aqua. Entah kenapa, selama kehamilan ngga bisa minum air mineral lain selain Aqua. Name it lah, pernah saya coba.. 2 Tang, Ades, Amidis.. selalu berasa pahit-pahit gitu dan eneg, it ended with saya ngurangin jatah minum sehingga pernah pusing-pusing pertanda nyaris dehidrasi. Karena di kantor sedihnya pakai non-Aqua, akhirnya saya selalu nyetok Aqua 1.5 liter itu, tapi sekali beli langsung yang kardusan isi 12. Ajaib kalo pake Aqua ini, nafsu minum meningkat, sampai sehari bisa abis 2 botol sendiri di kantor aja. Pernah sih si bos nawarin semacam air oksigen, lupa saya merknya apa, dan ternyata enak, tapi ya errr.. harganya bisa tiga kali Aqua. Hahaha.. ngga dulu deh kalo gitu =p

Wardah Moisturizing Gel
Semenjak hamil jadi stop pake produk Natasha, walaupun ada yang khusus ibu hamilnya, tapi ngga dulu deh. Sempet pingin coba-coba produk semacam The Body Shop begitu, tapi mihil yah, haha, dan belum tentu cocok lagi sama muka, jadi rada-rada males. Waktu kepepet itulah, temen nyaranin pake Wardah karena di iklannya waktu itu Marshanda lagi hamil, dan emang setelah googling katanya produknya aman untuk ibu hamil. Untuk pelembabnya saya pakai yang gel, bukan yang moisturizing cream, karena teksturnya lebih ringan, cocok untuk kulit berminyak, sedangkan yang cream lebih cocok untuk kulit normal hingga kering. Tapi ajaibnya, ngga tau dibantu hormon kehamilan juga ya, setelah pake Wardah malah jerawat jarang timbul, jaraaaang banget. Positifnya lagi, harganya murceee boook, dibanding sama Natasha mah berkali-kali lipatnya, hahaha. Saya pakai yang warna ijo, karena walaupun Wardah punya Acne dan Whitening series, dan katanya juga aman untuk ibu hamil, tapi banyak yang menyarankan kalo ibu hamil berhenti pakai produk anti jerawat dan whitening dulu.

Karena pada dasarnya saya orangnya maleeees banget melembabkan badan, jadi sedikit cuek juga pas orang-orang bilang harus rajin pake lotion biar ngga muncul stretch mark, atau paling nggak sedikit menyamarkan. Cuma pas perut udah mulai menonjol (kayak dulu rata aja, ehem!), dan udah mulai gatal akibat peregangan kulit, udah mulai rada ganggu aja. Awalnya pakai si minyak zaitun dari Mustika Ratu, enak juga sik, atau kadang-kadang pake lotion biasa dari The Body Shop, sampai suatu hari suami bawain cream Mothercare ini. Dan sekarang dipakai setiap malam, soalnya haruuum, lembut banget, dan yang paling penting ada sensasi dinginnya gitu kalo misalnya diolesin, jadi bantu banget kalo misalnya kulit udah mulai gatel-gatel. Sementara itu si mamah bilang, "Kalau gatel mah, digaruk pake sisir aja teh. Manjur." Zzzzz..
Kue Getuk
Jiah.. dimasukin lagi, tapi termasuk favorit banget selama kehamilan, jajan ini hampir tiap minggu, mudah-mudahan nggak bikin gendut ke dedek bayi yah, hihihi. Yang paling enak kalo di Sukabumi, kue getuk di Toko Maju. Serius enak dan lembut banget, sekarang nulis ini sambil ngiler dah, haha..



Lama-lama postingannya jadi rada-rada ngga penting gitu deh, ntar ditambah-tambah lagi kalo keingetan sesuatu. Sekarang kerja lagi, babaaay..

November 04, 2013

While in Singapore (part 3)

.. and the last part. Hiks. Masih betah rasanya. Ngga rela pulang. (woi liat sediaan dollar woi.. hadeh, baiklah.)

click to read part 1 and part 2, thanks.

Gardens by The Bay
Waktu tau hamil, langsung ubah rencana dari yang mau ngabisin seharian di Universal Studio pindah ke Gardens by The Bay. Yaiyalah, males banget beli tiket mahal-mahal, tapi ngga bisa naik apa-apa di USS. Laen kali ya deh, pas si baby boy udah rada gedean, ya ya ya daddy? Hehe..
Anyhow, rencana ke GbTB ini rada-rada ketunda jamnya, karena waktu makan di food court-nya The Shoppe, hal yang paling absurd terjadi. Hehe, ngga se-absurd gitu juga sih, jadi ketemu temen kantornya suami yang penempatannya di Batam dan lagi ke Singapore buat ketemuan sama subkon. Sebenernya mereka juga ngga kenal satu sama lain, cuma karena si temennya ini pake seragam kantor suami, jadi saling ngeh-ngeh-an gitu. Eh, terus, anehnya lagi, ternyata si temen suami ini dulu kuliahnya sama di kampus saya, cuma ambil D3, dan suka ngebacain blog saya waktu kuliah dulu. Errrr.. awkward banget, hahaha.. BTW, baca ngga ya dia sekarang? :D
Karena ngobrol-ngobrol cukup lama di food court jadinya keluar dari The Shoppe udah rada sore gitu. Untungnya karena ternyata di luar abis ujan dan masih rada-rada mendung gitu deh. Ke GbTB juga ngga terlalu jauh, cuma beda 1 bus stop aja.

Mendung kaaan?

Sampai di stasiun MRT Bayfront, maaak.. kok mulai ujan rintik-rintik begini? Jadilah kita lelarian masuk ke GbTB sampai deg-degan. Baru aja ngelewatin Dragonfly Bridge yang mana merupakan pintu masuk ke tamannya, eh ujan dereees. Untunglah ada semacam pondok informasi, jadi kita neduh dulu disitu, sekalian meredakan kegemporan kaki. Lumayan juga disitu ada LCD gede yang dipasang, muterin kebudayaan-kebudayaan Asia. Kita masih rada sante sih, karena waktu itu masih jam setengah 6 sore, dan tiket masuk ke conservatories-nya dibuka sampai jam 8 malam. Kalau taman luarnya sih buka sampai jam 2 pagi katanya. Luar biasa.

Dragonfly Bridge
Foto sambil tidur-tiduran di pondok informasi :D
Pas jam setengah tujuh ujannya rada reda, kita menuju ke ticketing di depan conservatories. Sayang seribu sayang Cloud Forestnya lagi tutup karena maintenance T___________T Homaigoood, padahal aku ingin liat air terjun di dalem kubahnya itu, hiks. Tapi yasudahlah, bisa irit SGD 14 per orang jadinya, karena kita beli tiket masuk buat ke Flower Doom aja.
Waktu lagi googling review soal GbTB ini, ada yang bilang kalo tempat ini mirip-mirip sama Kebun Raya Bogor. Saya sih belum pernah ya ke Kebun Raya Bogor (huapaah? Yes, whatever lah ya, padahal jaraknya cuma selemparan batu dari Sukabumi. =p) jadi ngga bisa bikin komparisi sih, yang pastinya Flower Doom ini kereeeeeen, keren, keren sedunia! Hahahaha, suami sampai ngga bisa berhenti foto-foto, dan yang seneng saya duuunk, karena saya yang difoto! No kidding, menurut saya bahkan any photos can't do any justice, karena harus, harus, harus deh ngeliat sendiri kesini. Mommy loves!







Karena lagi Deepavali, makanya tema dekorasinya juga Deepavali. Lucu ya.. wondering kalo Christmas kayak gimana.






Ngga kerasa kayaknya dua jam sendiri deh di dalam Flower Doom ini. Di jalan keluar ada bangunan yang namanya The Canopy dan banyak interactive games gitu, kalo anak-anak sih kayaknya suka, berhubung udah lumayan capek, jadi cuma liat-liat sedikit aja.
Souvenir shopnya juga bagus-bagus cuma mahaaal.. Sekarang rada kepikiran sik, kenapa waktu itu ngga beli buat diri sendiri aja. Duh.
Tujuan berikutnya ke Supertree Grooves, pohon yang bisa nyala-nyala itu ala Avatar. Ngga ngerti kemampuan baca peta udah berkurang atau stamina udah mulai menurun, kita rada-rada nyasar di taman-taman sekeliling Supertree itu, pohonnya udah keliatan tapi ngga ngerti kalo jalan kesitu caranya gimana. Hahaaay.. akhirnya pas udah hopeless dan mau pulang aja, ketemu jalannya!


Tapi gara-gara nyasar, bisa dapet spot yang bagus buat foto-foto.
Sebenernya tiket buat ke OCBC Skyway alias jembatan diatas itu masih dibuka. SGD 5 per orang kalo ngga salah. Tapi sehabis puter-puter di dalam Flower Doom dan nyasar lumayan jauh, kayaknya ngga sanggup deh mau jalan ke atas lagi.
Total di GbTB-nya aja.. 4 jam! Gimana kalo digabung sama kunjungan ke Cloud Forest ya, waktunya harus lebih senggang lagi kayaknya.

Mustafa Center
Last visit kita ke Mustafa Center yang letaknya deket dari stasiun MRT Ferrer Park. Rencana kesini mau cari oleh-oleh dan penasaran sama supermarket 24 jam yang katanya geday luar biasa dan lengkap segala ada ini. Cuma ya itu, karena mungkin udah capek banget nget nget nget, disana ngga maksimal. Belum lagi kondisinya yang penuh banget, entah emang karena berbarengan sama Deepavali, banyaaaak banget orang pribumi-nya yang ikut belanja, turis aja kalah deh. Jadinya ngga terlalu muter-muter juga disini, cuma cari cokelat aja buat oleh-oleh. Sebenernya penasaran juga sik, lain kali kalau kesini harus pagi-pagi dan masih fit kayaknya ya. Belum lagi pas pulangnya ngantri taksi karena ngebayangin kalau jalan dari MRT Little India ke hotel udah ngga sanggup, dan udah setengah jam lebih ngga dapat taksi. Mamaaaah, udah rontok semua rasanya badan ini. T__T Akhirnya memutuskan jalan karena kalau dari peta sebenernya Mustafa Center ini ngga jauh dari Dickson Road tempat kita nginep. Udah separo jalan, baru sadar kalo sebenernya kita jalan ke arah yang BERLAWANAN. Stupiiiid, stupid. Udah hopeless, ngejogrok aja di pinggir jalan jam sebelas malem itu sambil berdoa ada taksi yang lewat. Setelah nunggu hampir selamanya (sumpah lama banget, semua taksi occupied), akhirnya ada taksi kosong! Yay, pulang kita ke hoteeel!

Anyway, besok pagi-paginya kita udah cabut ke Changi karena flight kita jam 9 pagi. Sedih? Iyaaa.. standar lah sedih karena udahan libur, dan masih banyak banget tempat yang belum terjelajahi. Seperti kata bapak-bapak surveyor dari Singapore Tourism Board yang kita temui di The Shoppe, kalau mau puas di Singapore itu harus dua minggu sendiri disini! Ya iyaa.. ntar ya pak, nunggu ujan duit dulu..

Bye, byeee... See you next time!

While in Singapore (part 2)

read part 1 here..

Little India
Jadi, seperti yang saya bilang di posting saya sebelumnya, di Little India ini lagi rame banget sama Festival Deepavali. Alhasil orang hilir mudik sampe tengah malam, dan MRT Little India dan Ferrer Park yang biasanya tutup jam 9-10, sekarang buka sampai tengah malam. Dekorasinya juga superb banget, sesuai sama temanya Festival of Lights, lampu kelap-kelip dimana-mana. Ada pasar malam juga, jual makanan dan aksesoris khas India. Festival ini kalau ngga salah cuma diadain selama 5 hari di bulan tertentu aja, jadi beruntung juga kemarin pas datang pas perayaannya masih ada.







IKEA Alexandra, Anchor Point, Merlion Park, walk around the city...
Hari kedua dimulai dengan rencana menyambangi IKEA. Si suami seperti biasa ngga antusias, atau pasang muka sok cool aja sih. Tapi kayaknya nyampe sana juga dia kesenengan sendiri, terutama pas ngeliat prototype denah rumah yang luasannya cuma 57 m2, tapi ditata keren abis, haha, I told you.. IKEA keren deeeh, kapan sik buka di Jakarta? IKEA yang kita pilih ini yang ada di Alexandra Road, karena penasaran pingin liat Charles and Keith murah sama Cotton On yang ada di Anchor Point pas di seberangnya IKEA. Akan tetapi ended up ngga beli apa-apa ini, have no idea where my shopping spirit was then, tapi ya udahlah ya, padahal lumayan juga sik Cotton On-nya murah-murah, terus Charles and Keithnya diskon semua. Sayang lagi ngga bisa pake heels sik, jadinya aja say goodbye sama heels yang lucu-lucu itu. Huhuhuhu..

Masih pagi tapi udah kecapekan di halte. Mau duduk di stroller aja, pegeeel.. :)))



Me want this for my future son's room. Amin. 

Abis itu kita menyambangi spot klise tapi wajib buat turis lainnya, yaitu... Merlion Park! Hahahaha, ternyata cuma patung singa begitu aja *digetok orang Singapore*. Tapi pemandangannya emang bagus sih disana, dan lumayan rame sama turis padahal waktu itu hari Senin. Dan sekali lagi, rada gempor juga yah jalan dari stasiun MRT-nya ke Merlion Park ini. Comfortable shoes AND a lot of WATER is a must deh, dibanding dehidrasi ngga keruan, karena puanasnyaaa..



Ikut nampang yaaa.. 24 weeks back then.

Dari Merlion Park, kita cao ke Gardens by The Bay, tapi sebelumnya niat mau makan siang dulu di The Shoppe at Marina Bay Sands. Rada bingung juga mau kesana caranya gimana, soalnya kalo naek bus/MRT liat di petanya rada muter gitu rutenya. Paling mantap sik naik taksi, karena jalan lumayan jauh, aku sudah tak sanggup T__T Tapi kebingungan nyari taxi stop, dan tau sendiri pulsa belum di-top up kan, jadi ngga bisa telpon taksi. Dudul deh, sok-sokan ngga butuh henpon. Akhirnya jalan dulu sebentar (ngga ding lama), sampai akhirnya nemu taksi di wilayah perkantoran deket Hotel Fullerton. Thank God. (Eh dan ajegile naik taksi seuprit doang bayar SGD 5 aja, hahaha..)



Ngga mau manja, tapi sumpah disana gempor. Hahaha.. 
The Foods
Makanan di Singapore ini... gimana ya, rasanya nanggung gitu lho. Dari awal salah seorang temen udah bilang kalo Singapore ini ngga cocok jadi tujuan wisata kuliner, karena ya gitu, makanannya keliatan enak dari penampakannya, tapi rasanya, meeeh. Eh iya lho, saya disana juga ngga pernah nemu makanan yang bener-bener enak, jatohnya yang aman ya fast food lagi, karena nyoba makanan aneh-aneh kayak Nasi Biryani, Chicken Tikka, dll kayak gitu, rasanya aneh-aneh begimana gitu. Untunglah fast food sebangsa KFC dan McD-nya punya menu-menu yang ngga ada di Indonesia, jadi ngga gitu bosen. Favorit saya, semacam nasi lemak di KFC gitu ada tiga menu pilihan. Penyelamat banget kalo mau makan nasi yang rada enakan. Tapi untunglah, jadi ngga ada makanan yang bikin ngidam banget sesudah pulang ke Indonesia, karena selera Nusantara itu memang nomer satu *dibaca dengan khidmat yah*
PS. Kecuali Garrett Popcorn! Enaaak, hahaha...

Looks yummy, right? Tapi enakan nasi ayam mentega Solaria kemana-mana lagian, percaya deh =p

Ini french fries pake saus keju, salah satu menu KFC yang enak disana
Next post bakalan tentang kunjungan ke Gardens by The Bay, salah satu highlight dari liburan kita! Stay tune! :D