July 04, 2012

Rafting di Citarik (part 1)

Setelah sekian lama penasaran dengan yang namanya rafting, akhirnya Sabtu kemarin setelah berhasil meyakinkan beberapa teman kantor untuk bergabung, saya, suami, dan beberapa orang teman, pergi ke Citarik untuk rafting. Yay! Untuk vendornya, kami memilih Arus Liar dengan paket rafting selama 1 jam (ada yang 5 jam juga! Tapi mau gempor apah..), paintball 2x15 menit, makan siang, dan kelapa muda. Paketnya seharga 295.000 per pax saja, untuk paket diatas.

Jadi, Sabtu kemarin kumpul di kantor sekitar jam setengah tujuh pagi, dan masih ada yang ngaret, berangkat dari kantor di Sukabumi sekitar jam setengah delapan.  Belum ada sejam perjalanan, di Cisaat udah macet total karena perayaan kenaikan kelas yang biasanya dirayakan dengan pawai. Puter otak sedikit, akhirnya putar balik lewat jalan alternatif buat menuju Cikidang.

Sekitar jam setengah 10 sampai juga ke Arus Liar Citarik. Ternyata penuh juga, mungkin karena sedang liburan sekolah. Akhirnya diputuskan karena pemandu rafting sedang turun semua, rombongan kita akan paint ball terlebih dahulu. Oya, kalo kesini dianjurkan memakai sneaker atau sandal gunung ya. Waktu itu saya memakan sandal jepit, langsung dipelototi sama pemandu, dan akhirnya terpaksa beli sandal gunung yang banyak dijual disana degan harga 50.000 per pasang. Mari..

Foto dulu sebelum perang. Parkir aja harus nebeng di pinggir jalan, karena penuh Saudara-saudara!! Tapi jangan khawatir, ada yang jaga, dan ada asuransi. Jadi kalau barang yang ditaruh di mobil ada yang hilang, diasuransikan oleh pihak Arus Liar.
Menuju ke lapangan paint ball..

Siap-siap pakai seragam 
Siap perang!
Berdoa sebelum melawan musuh
Sesi paint ball sendiri terdiri dari 2 x 15 menit permainan, didahului dengan 3 menit masa orientasi. Setiap pemain akan disediakan seragam, body protector, helmet, senapan, dan 20 buah peluru warna. Apabila peluru ini habis, pemain diharuskan keluar, atau bisa menggunakan peluru cadangan yang ada di base camp dengan charge tentunya, yaitu Rp. 30.000,- per kantung peluru/ 20 buah peluru.
Untuk lapangan permainan sendiri, menurut saya lebih oke dibanding pengalaman paint ball saya terdahulu, karena lebih terasa hutan. Satu-satunya yang membedakan dengan hutan adalah jaring yang mengelilingi lapangan dan penduduk yang kadang-kadang ikut lewat ke arena permainan. Ingat, penduduk nggak boleh ikut ditembaki lho! :D

Setelah setengah jam berlalu dan tujuh belas kantung peluru cadangan dihabiskan, tubuh memar kena tembakan (sakit boo! Tapi cepet sembuh kok, lupa karena asyiknya, hehe..), permainan paint ball selesai. Dilanjutkan dengan makan siang. Dan seperti biasa, karena lapar, lupa untuk foto-foto menunya, sigh. Sorry, sorry, sorry. Menunya disediakan prasmanan, antara lain nasi, ayam goreng, tempe dan tahu goreng, semacem karedok ato gado-gado ato lotek (??? I am not culinary master! Can't differ them all!), sayur asem, ikan asin, dan kerupuk. Karena lapar abis perang paint ball, langsung makan blas..blas!!

Oya satu lagi, arsitektur Arus Liar ini oke deh, dari mulai resepsionis, pendopo tempat makan, sampai ke kamar mandi. Hehe, like it. :)

Untuk part 2, bakal ceritain tentang raftingnya ya. Stay tune! :) 

No comments:

Post a Comment