June 22, 2009

for better or for worse (sedikit nostalgia yang ga penting)

ngerasa pernah denger?

iya, emang gw ngambil judul diatas dari petikan wedding vows.
tau kan?

biasanya seperti ini.

"
I, Anne, take you John, to be my husband, to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part.
"

no...no..
i am not gonna married already.

gw cuma sedikit terpesona aja sama kalimat diatas.

warning.
ini curhat lagi, jadi bagi yang merasa malas membaca segala omong-kosong, keluhan, kata-kata klise nan pasaran, lousy grammar, silakan skip saja postingan ini.


selama 20 tahun hidup (okey, 21, sebentar lagi) gw menemukan bahwa gw termasuk orang yang ekstrovert. i love making friend, mingle everywhere, every time, with every one, dan taraaaaa... tiba-tiba saja teman gw bertambah banyak.
Belum lagi faktor usia yang biasanya menempatkan gw sebagai si bungsu (i was entering elementary when i was five, and followed acceleration class in high school), sehingga biasanya teman-teman gw menempatkan gw sebagai orang yang selalu harus dijaga, diperlakukan secara hati-hati, dan tidak disakiti..
(well, lebay mode ON, hahaha..)
gw inget, sekitar empat tahun lalu, ketika gw masih semester satu, dan mahasiswa baru di semarang. sendirian, dan sama sekali tanpa saudara disana. menjelang UAS (ujian akhir semester),gw tiba-tiba terkena radang tenggorokan dan batuk yang berkelanjutan. (satu lagi dari gw, gw jarang sekali batuk, tapi sekali gw terkena batuk, bakal lama banget,dan sulit sekali ilang!)
i was totally curious, bingung mau kemana. terharu banget ketika temen-temen kuliah seangkatan gw dateng, dan bareng-bareng nganter gw ke rumah sakit. it was awfully funny, gw cuma sakit batuk, dan waktu itu ada sekitar 12-15 orang yang nganter gw ke rumah sakit. masih terbayang wajah dokter yang bingung, dan bilang, "yang sakit yang mana ya?". hahahaha.
Zaman gw dulu, sesi pelantikan masih termasuk sesi yang berat. Tiap Sabtu dikumpulin di kampus, disayang-sayang sama senior. push up, bending, lari. blom lagi dibentak-bentak sedemikian rupa, sampai kita dibikin setengah mati jengkel, dongkol, sebel. tapi, sekali lagi, sebagai anak bungsu, gw selalu aman. senior-senior gak ada tuh yang kasar sama gw. mungkin pada ga tega liat muka gw yang babyface dan melas gini ya? ask them why,people.
Pernah juga sebagai anak bungsu, gw disuruh nentuin berapa kali push up buat anak-anak cowok. ntah apa yang ada di pikiran gw yang masih polos dan lugu waktu itu, gw bilang 99! yup, 99! gw masih inget jelas gerutuan temen-temen cowok gw waktu itu. sampai sekarang, ada juga tuh yang blum tau, kalo gw adalah cewek yang nyuruh mereka push up sampe 99 kali,, (piss guys, kalo seandainya ada yang baca ini,hehe..)

dan sampai sekarang.
kita masih terikat sebagai saudara.
gw kadang-kadang heran (dan sedikit kasihan mungkin), kalo ada beberapa orang yang bilang, sulit sekali menemukan teman yang selalu ada dalam susah dan senang.

well,
i don't.

gw sangat bersyukur dengan teman-teman gw yang selalu ada.
mendukung gw disaat gw sedang jatuh.
buat gw senyum, disaat gw sedang rusuh.
no matter how far they are, mereka selalu ada.
jadi inget kata-kata seseorang.
kira-kira kayak gini,
"it feels like in heaven. staying here with our lovable people"

yayaya, i am so glad having you all around.
for better and for worse.



ps.
i miss you all, dear.
hope to meet you all soon!

14 comments:

  1. Nice ! :)
    not everybody is as lucky as u r della... :)

    ReplyDelete
  2. i do think so..

    Sayangnya kadang-kadang suka lupa betapa beruntungnya aku..

    ReplyDelete
  3. semoga q bisa dapetin temen" yang seperti itu :)

    ReplyDelete
  4. good story...

    how lucky we r...ak juga punya temen2 kya gtu...tpi, kaya'nya kita beda posisi degh...ak lbih senang melindungi...menjadi bahu buat tmen2q...mnikmati saat mnjadi "tempat sampah"nya temen2...

    ReplyDelete
  5. @ putra.. pasti ada..aku yakin pasti ada yang sayang tulus sama kamu..

    @yodi.. hahahahaha,,posisiku selalu yang terlindungi.. gimana dunk... tapi aku berusaha melindungi mereka dengan caraku sendiri kok.. keep the good work ya yod!

    ReplyDelete
  6. I wish I could read ur language, but I only could read with some English parts, even so I have to admit, they're meaningful...


    Thank for dropping by. I Hope we can be friends!

    Nathary,

    ReplyDelete
  7. hey nathary..
    sometimes i write in english to..
    feel free to come again..
    :D

    ReplyDelete
  8. so true :)
    and your writings makes me miss them moreee!

    ReplyDelete
  9. pernah disemarang yah ?
    semangat :)

    ReplyDelete
  10. La, asli postinganmu bikin aku merinding...
    AKu ini tipikal orang yang seirng lupa, tapi setelah baca postinganmu rasanya all of those memory rush into me... Temen2 kita memang so sweet, aku juga berasa beruntung banget punya mereka. Kita bagaikan satu buah keluarga besar yang tinggal di gubug jadi mau nggak mau harus saling tolong biar salah satu dari kita nggak ada yang tidur di luar.

    Mungkin sebenernya aku termasuk salah satu yang "kasihan" itu. Acc, I am introvert., but I always push my self transforming into ambiver at least. Then How awesome it was... DI satu sisi aku penyendiri, disisi lain aku bisa cerewet dan terasa kegilaanku yang selama ini terpendam bisa terlontarkan bak muntahan keluar begitu aja ketika bersama mereka....
    They`ve brought me a lot of joy, fun and cheerysfull.
    MIss `em alot.... really miss to death...

    Luy ya, gal...

    ReplyDelete
  11. @ janit...
    yeah.. i miss them too,janit, we should be thankful having them around,,

    @ daniel... iya,,aku empat tahun kuliah di semarang..

    @uni..
    "Kita bagaikan satu buah keluarga besar yang tinggal di gubug jadi mau nggak mau harus saling tolong biar salah satu dari kita nggak ada yang tidur di luar"

    itu juga bikin aku merinding banget..

    gubug itu indah banget ya ntan..
    even after going out there, we're still missing and wishing for going "home" again..

    ReplyDelete
  12. "sampai sekarang, ada juga tuh yang blum tau, kalo gw adalah cewek yang nyuruh mereka push up sampe 99 kali"

    trnyata... DELLA!!!!!

    ReplyDelete
  13. piss!!!

    waktu itu sampe 99 nggak sih?
    enggak kan sang... ;p

    ReplyDelete
  14. heheheheheh
    cuma satu orang yang ampek 99x...(tepatnya 100x)...
    wawan la,, komting kalian....
    tanya sri, dia dulu yg jd tukang itung....

    ReplyDelete