October 22, 2009

waktu


oke.

akhir-akhir ini mobilitas saya tinggi sekali.
mungkin jarak Pasar Rebo - Kwitang bagi beberapa orang Jakarta adalah jarak yang tidak terlalu jauh.
Cuma bagi saya yang terbiasa bermobilitas di dalam kota kecil, seperti Sukabumi atau Semarang, jarak yang kurang lebih 20 km itu, terasa jauh, apalagi jika harus ditempuh malam hari (dalam keadaan macet), dan berulang lagi pada paginya (macet lagi).

Saya terkadang kagum dengan orang-orang Jakarta ini. Sepagi apapun saya bangun untuk mengejar busway, biasanya sudah ada sekelompok orang yang mendahului saya. Dan jalan pun biasanya sudah dipadati oleh bermacam-macam kendaraan. kapan orang-orang itu bangun? apakah mereka tidak pernah merasakan nikmatnya bangun siang?
Pagi-pagi sudah berdesakan, berlari mengejar kendaraan umum, saya tidak bisa membayangkan bagaimana mood saya hari itu, jika pagi saya sudah dimulai dengan hal-hal seperti itu.
Oleh karena itu, sejak dulu, saya selalu memilih tempat yang dekat dengan tempat kerja saya. saya tidak bisa "menjadi tua di jalan" seperti orang-orang Jakarta lainnya.

Waktu sangat berharga kan?
Apakah berarti jika kita menghabiskan berjam-jam di hidup kita hanya untuk duduk termenung di jalan, menanti kemacetan, tidak melakukan apa-apa, dan jauh dari orang-orang yang kita sayangi?

No comments:

Post a Comment