March 07, 2013

Trust is a basic in relationship. If you can't trust, why bother?

Pertama-tama saya ucapkan alhamdulillah, syukur yang sangat mendalam (ini udah kayak mau pidato ya..) karena Allah SWT memberikan saya suami yang luar biasa. I never, never, never in my life, selama saya pacaran maupun setelah menikah (walaupun pernikahan saya baru seumur jagung ya..) doubt him. Ever. Dan mudah-mudahan untuk seterusnya juga seperti itu. Amin. Nggak tau kenapa ya, apa saya yang orangnya terlalu percaya, apa suami saya yang orangnya terlalu meyakinkan. Yang penting saya percaya dia 100%. Dan dia juga percaya saya sih. Kayaknya. Dia nggak pernah nanya-nanya aneh dan sebagainya.

photo from here
Salah seorang teman saya dulu pernah bilang kalo di dunia ini nggak ada laki-laki yang setia. I keep and keep on denial about it. Really? Saya nggak tahu sih kebenarannya, but I keep faith. Nobody, no one can even have proof that God is exist, but we still keep faith, don't we? That's what I thought. I keep faith.

Hubungan saya dan suami juga nggak mulus-mulus aja, ada ups and downs, banyak masa damai, ada juga masa-masa childish dimana kita (baca: saya) sering egois dan keukeuh mempertahankan pendapat saya.  Walaupun salah. Berdebat deh.Tapi nggak pernah sekalipun saya kehilangan kepercayaan saya sama suami. 

Yakin nggak pernah stalking suami?

Yaaaaah, pernah sik baca bbmnya, atau baca sms yang ada di handphonenya. Sesekali. Suami saya juga jarang twitteran, jadi saya juga jarang liat tab mention-nya dia. Jaman dimana socmed tersebar dimana-mana, susah ya nahan diri buat nggak kepo. Tapi kayaknya suami nggak pernah checking on me, soalnya emang saya orangnya extrovert banget kalo kata dia, kalo ada apa-apa pasti ketauan, hehehe.. Soalnya saya ekspresif sih kalo ada apa-apa, pasti langsung update di twitter atau blog atau path, hehehe...

Kenapa tau-tau nulis ini?

Yaaaaah, miris aja sik. Kenal sama pasangan yang rencananya mau menikah dalam waktu dekat, tapi kayaknya they have very serious trust issue. It's not my business tough, tapi ngeliat kayak gitu bikin saya bertanya-tanya, seriously, you're getting married? Really? Nggak kebayang aja sik, kalo misalnya sebelum nikah aja, kadar kepercayaan-nya seminim itu, gimana nanti udah nikah ya? Marriage is really a work for me, hard work, and we really need good basics in here.

Udah kepalang cinta? Saya adalah satu dari segelintir orang yang percaya bahwa "nggak cukup hanya cinta". Banyak banget hal yang perlu dijaga, perlu diciptakan untuk menjaga suatu pernikahan. Saling percaya satu sama lain juga.

Tapi yaaa, inget ya, bukan berarti harus apatis juga sama kehidupan pasangan. Seenggaknya kenalan sama temen-temen deket pasangan, temen-temen kantornya, orang-orang terdekatnya. Hal ini juga bisa membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan kita ke pasangan. Saling cek telepon masing-masing nggak papa kok, I'll never keep any passwords from my spouse, jadi kalo misalnya mau buka ini itu, ya monggo aja. Suami saya juga gitu, mungkin sikapnya yang kayak gitu yang bikin saya percaya sama dia.

Intinya mah mungkin porsi yang tepat kali ya. Kepo sama kehidupan pasangan kita (apalagi bagi pasangan yang punya hubungan jarak jauh) itu perlu, nggak boleh juga kita nggak pedulian. But as long as it doesn't consume you. Capek nggak sih kalo misalnya hubungan dijalani dengan curigaan terus, atau misalnya kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan adalah checking on his/her mention tab on twitter, atau stalking on his/her friends just to prove something. Yah, kalo udah kayak gitu, seriously you want to continue your relationship? Wow, relationship is hard work, but THAT's a really hard and consuming work. And you'll do it over and over and over in your life? Poor you.

Disclaimer. Tulisan ini bukan tulisan expert lho, setuju atau nggak setuju, itu sih terserah masing-masing pihak. Lagi pula, every relationship is different, jadi mungkin cara penanganan tiap-tiap pasangan juga berbeda-beda ya. Lagian tahu apa sih saya yang baru sebentar banget ini menikah, ya, ya, ya? So, I am not judging everyone, but if you feel judged, maybe you realize a truth inside my writing. *wink*

2 comments:

  1. FAAAK DEL, FAAAAAAAAK!! BAGUS! :))

    ReplyDelete
  2. i am totally agree with you teh..

    i am wondering all the time, kukira cuma aku yang merasa aneh bin ajaib, menemukan seseorang yang sependapat membuatku merasa normal..hehhee

    ReplyDelete