February 14, 2013

Tentang Melati (Lagi)

Hari ini Melati mengucapkan satu kalimat yang buat saya mengernyitkan kening. Ketika salah seorang teman saya, sebut saja namanya Budi, menegur Melati karena kebiasaan hidupnya yang kurang sehat, diantaranya adalah jarang banget minum air putih (karena air galon terasa plastik katanya), makan nggak teratur, minum kopi berlebihan, Melati dengan santainya menjawab, "Ya santai aja kali Bud, pada akhirnya semua orang juga akan mati!" (atau kurang lebih seperti itu, saya kurang ingat persisnya).

Saya mengernyitkan kening, dan tersadar. Sebetulnya yang dikatakan Melati itu hampir sama dengan excuse lainnya seperti, "Yaela, hidup cuma sekali, nikmatin aja lah!". Excuse yang muncul karena tidak ada kesadaran untuk menjaga hidup kita. Atau kesadaran itu dikalahkan oleh ego yang tinggi, ego untuk hidup sebebasnya, anti-larangan, dan selfish.

Kenapa selfish? Prinsip saya, manusia hidup untuk orang lain. Only a life lived for others is a life worthwhile, kalau kata Albert Enstein. Dan salah satu cara untuk menjalani prinsip itu adalah menjaga tubuh saya agar bisa sesehat mungkin. Karena kalau saya sakit yang akan kesulitan adalah orang-orang disekitar saya, kalau misalnya saya tidak menjaga saya sendiri, bisa saja anak-anak saya yang akan menanggung akibatnya, menjaga saya seumur hidup dan kesulitan akibat saya. Dan dengan umur yang lebih panjang dan badan yang sehat, bukankah akan lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik di dunia ini?

Kalau didenger kayaknya, anjiiis, perfectly naive ya, dan saya juga sadar sih nobody's perfect. I haven't treated my body fairly, masih seriiiiiing banget cheatingnya, masih sering banget jahat sama tubuh saya. Pulang cepet, tapi browsing sampai tengah malam, mengabaikan waktu tidur yang sesuai. Makan berbungkus-bungkus mie instan (can't help, Indomie Kari Ayam sama ABC Selera Pedas endeeeus bangeet..), dan masih banyak lagi. Tapi at least saya pingin memulai dengan memiliki kesadaran. Kesadaran kalo misalnya tubuh ini cuma titipan aja, dan karena titipan harus dijaga sebaik-baiknya semampu kita.

Am not being smart ass, and I know there's many different perspectives out there, which I don't really care. Karena kita semua dewasa, punya akal dan logika yang bisa digunakan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. This is mine, a little bit different with Melati's. Dan sebenernya kalo boleh jujur, saya iri lho sama orang yang punya prinsip kayak Melati, live fearless. Tapi karena ini yang udah saya pillih, be it. Let's fight then. :D

1 comment: